Hadapi Persaingan Pasar Dunia, Pemkab Ponorogo Berdayakan Batik Ecoprint Ramah Lingkungan Berbahan Alam

republikjatim.com
BATIK - Wabup Ponorogo Lisdyarita didampingi Kepala Dinas Perdakum menyaksikan Pelatihan Batik Ecoprint di gedung Dekopinda JL Arief Rahman Hakim Ponorogo, Selasa (23/03/2021).

Ponorogo (republikjatim.com) - Dinas Perdakum Pemkab Ponorogo mulai membuat terobosan untuk pemberdayaan UMKM. Meski dalam masa pandemi Covid-19, Pemkab Ponorogo berkeinginan UMKM tidak merasakan dampak Covid-19.

Hal ini, dibuktikan Pemkab Ponorogo menggelar pelatihan batik Ecoprint di gedung Dekopinda JL Arief Rahman Hakim Ponorogo, Selasa (23/03/2021). Pelatihan Ketrampilan Batik Ecoprint ini dibuka langsung Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita dengan peserta sekitar 30 peserta.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan KPK, Bupati Subandi Warning Kontraktor Sidoarjo Harus Kerja Tepat Waktu dan Jaga Kualitas

Yang menarik bahan baku batik Ecoprint ini berasal dari alam. Seperti dari kulit kayu dan dedaunan sebagai pewarna hingga tanpa menggunakan bahan kimia. Kepala Dinas Perdakum Pemkab Ponorogo, Addin Andhanawarih mengatakan pelatihan ketrampilan batik Ecoprint akan digelar selama 3 hari. Pelatihan ketrampilan ini merupakan terobosan Perdagum untuk mengangkat batik ecoprint karya Ponorogo.

"Harapan kami pemilik UMKM mampu terus berkarya, berinovasi dan terus berkreasi. Karena batik Ecoprint sedang booming dan orang luar negeri tidak suka batik yang pakai bahan kimia. Solusinya hanya ecoprint ini yang berbahan alam sekitar kita seperti kulit dan daun pohon," ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengaku berterima kasih kepada Perdagum yang menggelar pelatihan ketrampilan batik Ecoprint. Bagi Wabup Sidoarjo yang luar biasa di masa pendemi Covid-19 mampu menumbuhkan perekonomian UMKM.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Miskin, 2.052 KPM di Sidoarjo Terima Bantuan Pangan Beras 40 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter

"Dengan adanya pelatihan Ecoprint ini satu sisi batik yang lagi ngetrend. Batik ini berbahan dari alam. Apalagi di masa go green hingga Batik Ponorogo mampu menghasilkan batik yang ramah lingkungan," ungkapnya.

Batik Ecoprint ini pangsa pasarnya luar biasa tidak hanya lokal. Akan tetapi diluar negeri lagi booming. Bahkan, akhir-akhir ini akan menembus Eropa.

"Harapan kami pelatihan tidak berhenti hanya disini. Tapi pemerintah akan membantu sampai pemasaran. Tidak hanya melalui online, kami akan kerja sama dengan jatimmart dan beberapa market lain. Soal harga batik Ecoprint sangat terjangkau mulai terendah Rp 65.000," tegasnya.

Baca juga: Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Sementara itu, Lisdyarita berharap kepada semua desa atau kelurahan di Ponorogo untuk menunjukkan UMKM yang dimiliki dan keunggulannya.

"Harapan kami semua desa dan kelurahan UMKM diperlihatkan. Biar tidak hanya mamin dan kerajinan saja," tandasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru