Puluhan Warga Penambangan Balongbendo Terserang Chikungunya, Sekujur Tubuh Linu dan Kaki Bengkak

republikjatim.com
PERIKSA - Sejumlah warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo diperiksa tim medis didampingi bidan desa dan kasun karena diduga terserang Chikungunya, Rabu (10/03/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan warga Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo diduga terserang Chikungunya. Penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk ini, menyebabkan warga kelimpungan.

Warga yang terserang Chikungunya, keluhannya sama yakni ada bintik-bintik merah di tubuhnya. Selain itu, kakinya mengalami bengkak dan merasakan linu di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

Berdasarkan data awalnya, di RT 05 RW 01 terdapat 7 warga yang terserang Chikungunya. Begitu juga di RT 07 RW 01 juga terdapat 7 warga yang terserang Chikungunya.

Sejumlah petugas Puskesmas Balongbendo, Rizal Afandi didampingi Bidan Desa Yayun dan Kasun Joko Ribut Santoso langsung mendatangi warga RW 01. Mereka mengecek langsung keluhan warga lingkungan itu. Salah satunya yang diperiksa Wulan siswoi kelas VI MI Kraton diperiksa bagian tubuhnya termasuk lengan tangan yang masih ada bintik-bintik merah. Begitu juga kakinya yang membengkak.

"Kami sarankan untuk berobat langsung ke Puskesmas untuk dicek (laboratorium) darahnya. Biar tahu hasilnya. Dia terkena gigitan nyamuk atau terkena penyakit lain," ujar petugas Puskesmas Balongbendo, Rizal Afandi, Rabu (10/03/2021).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Rizal Afandi mengaku setelah memeriksa warga belum bisa memastikan hasilnya lantaran harus dicek di laboratorium. Analisa sementara bisa karena asam urat (kolesterol), kemungkinan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau bahkan justru terserang Chikungunya. Karena itu, pihaknya meminta warga selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Apalagi di akhir musim hujan saat ini harus menerapkan 3M Plus. Yakni Menguras bak mandi, Mengubur barang bekas dan Menutup tempat penampungan air. Sedangkan Plusnya salah satu menaburkan obat anti nyamuk.

"Kami akan menyebar ke rumah warga dab lingkungan agar obat (Abate) digunakan untuk mencegah agar tidak ada jentik nyamuk," imbuhnya.

Ny Ria Safa'atin yang tak lain ibu Wulan mengaku awalnya badan anaknya terasa panas, tangannya terasa linu-linu di.persendian dan keluar bintik-bintik merah di sekujur tubuhnya. Bahkan waktu awal suhu badannya panas selama 2 hari.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Sekarang agak menurun tapi masih ada bintik-bintik merah. Masih linu di persendian tangan disertai kakinya membengkak. Kalau jalan terasa linu (sakit) sebelah kanan," ungkapnya.

Sementara Kades Penambangan, Helmy Firmansyah menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo melalui petugas puskesmas harus memperhatikan situasi dan kondisi akhir musim penghujan. Hal ini lantaran banyak warga yang menjadi korban digigit nyamuk. Menurutnya, sudah selayaknya di kampungnya difogging (pengasapan) .

"Saya ingin adanya fogging. Karena itu pencegah segalanya baik Chikungunya, demam berdarah dan beberapa jenis sakit yang disebabkan nyamuk lainnya. Kami juga menghimbau warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, seperti menguras bak mandi dan membuang sampah pada tempatnya demi keluarga dan lingkungan sekitar," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru