Gus Muhdlor Jamin Tarif Potong Sapi di RPH Krian Lebih Murah, Higienis dan Dijamin Halal

republikjatim.com
MURAH - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengecek prosesi pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Krian, Sidoarjo yang tarifnya dianggap murah dan higienis, Kamis (04/03/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Rumah Potong Hewan (RPH) Krian milik Pemkab Sidoarjo sudah mulai beroperasi. Tarifnya lebih murah. Yakni Rp 400.00 per satu ekor sapi.

Harga ini sudah termasuk pengepakan daging, kepala dan kulitnya. Selain harganya lebih murah dari pasaran, Pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis (bersih) karena menggunakan sistem pemotongan modern.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan proses pemotongannya sesuai syari’at Islam. Bahkan kehalalannya dijamin.

"Harga pemotongan sapi diluar harga paling rendah rata-rata Rp 700.000 – 800.000 per ekor. Ada yang menentukan tarif perkilogram mulai dari Rp 2.000 – Rp 3.500. sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp 400.000 per ekor," ujar Gus Muhdlor saat meninjau langsung proses pemotongan sapi di RPH Krian, Kamis (04/03/2021).

Dengan harga yang kompetitif ini, lanjut Gus Muhdlor usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Saya kira arah utaman RPH ini harus dimodernisasi. Kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo harus daging yang aman, nyaman, utuh dan terpenting halal," imbuhnya.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya. Selain itu, dagingnya yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

"Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada enyakit dan sebagainya. Ini yag penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo adalah mayoritas Islam. Pemerintah wajib memastikan daging yang beredar dijamin kehalalannya," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara soal masih adanya jagal bakal dibiarkan berjalan. Karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH yang dijamin kebersihan, kehalalan dan harganya murah itu.

"Hari ini, kami meminimalisir adanya sapi-sapi gelonggongan. Karena terkadang orang beli daging satu kilo tapi ternyata karena itu sapi gelonggongan akan lebih banyak kandungan airnya," pungkasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru