Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 308 desa yang ada di Sidoarjo menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Jumlah itu sekitar 90 persen dari jumlah keseluruhan desa yang mencapai 318 desa se Sidoarjo.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo, Probo Agus Sunarno usai mendampingi Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengikuti zoom meeting soal evaluasi PPKM skala mikro yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Command Center Pendopo Delta Wibawa, Selasa (16/02/2021).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Untuk sementara desa memakai anggaran dari Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk kegiatan PPKM skala mikro. Karena dana desa masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri soal Perbup Dana Desa yang dikirimkan Pemkab Sidoarjo. Kalau Perbupnya turun bisa cair," ujarnya.
Probo menjelaskan, Pemkab Sidoarjo akan selalu mendukung upaya desa yang menerapkan PPKM skala mikro. Sosialisasi maupun pembinaan pencegahan penyebaran Covid-19 akan selalu dilaksanakan untuk masyarakat. Selain itu Tracing, Testing, Treatment (3T) juga akan dilakukan.
"Termasuk Tracing, Testing dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo akan selalu mendukungnya," imbuhnya.
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menilai PPKM skala mikro sangat efektif menurunkan kasus Covid-19. Namun pelaksanaanya harus terus diawasi. Baik pengawasan dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini penting agar pelaksanaan benar-benar berjalan efektif menurunkan penyebaran Covid-19.
"Diawasi dalam arti pelaksanaannya itu harus benar-benar berjalan," tegasnya.
Selama ini, Hudiyono menjelaskan dirinya masih melihat ada kelemahan dalam tracing PPKM mikro tingkat RT. Seperti yang dijumpai di salah satu RT di Desa Tropodo, Kecamatan Waru. Dari 8 kasus Covid-19 yang terjadi di RT itu, hanya 12 orang yang ditracing atau dilakukan tes rapid antigen. Padahal seharusnya dari 2 kasus Covid-19, paling tidak 10 orang harus dilakukan rapid tes antigen.
"Kami meminta ada komunikasi yang efektif dalam posko PPKM mikro itu. Apalagi, tim kesehatan Puskesmas, Dinas Kesehatan juga sudah siap segalanya. Rapid dan ruang isolasi juga siap. Di tingkat RT harus terjadi komunikasi yang efektif ketika satu klaster, satu rumah terpapar positif, komunikasinya harus berjalan," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, dr Muhammad Atho`Illah yang ikut dalam evaluasi PPKM skala mikro secara virtual menegaskan beberapa hari ini kasus Covid-19 mengalami penurunan. Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga mengalami penurunan dibawah 70 persen.
"Dua hari ini untuk angka kasus aktif sudah turun dibandingkan dengan Minggu kemarin. Minggu kemarin pada angka 270-250, tapi sekarang sudah diangka 220-an," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi