Delapan 8 Orang Hasil Rapid Reaktif, Termasuk Warga Blora dan Gresik Langsung Diisolasi ke Hotel

republikjatim.com
DIRAPID - Sejumlah petugas tenaga kesehatan sibuk rapid antigen warga dari luar kota Sidoarjo bersama Polsek Krian dan jajarannya di Pos By Pass Krian, Sidoarjo, Sabtu (13/02/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Petugas gabungan Polsek Krian bersama Dishub,TNI serta petugas tenaga kesehatan (nakes) memperketat penyekatan di hari kedua. Hasilnya, ditemukan 8 orang luar kota reaktif usai dirapid tes antigen.

Kedelapan orang itu, rinciannya berasal dari 3 lokasi titik penyekatan dan pemeriksaan rapid antigen. Dari Pos Penyekatan By Pass Krian ada 4 orang, Pos Penyekatan Porong 3 orang dan Pos Penyekatan Waru 1 orang.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Dalam penyekatan libur panjang Imlek 2021 ini, seluruh pengendara bernopol luar kota yang melintas akses Sidoarjo lebih diperketat. Selain pengendara akan dicek suhu badan dan diperiksa identitasnya. Jika tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat akan dirapid antigen di tempat. Sedangkan jika hasilnya reaktif maka akan menjalani isolasi di Hotel Delta Sinar Mayang.

Di Pos By Pass Krian misalnya, dua orang laki-laki luar kota dinyatakan reaktif. Setelah dicek identitasnya, kedua warga yang dinyatakan reaktif adalah warga Manyar Gresik dan Banjarrejo, Blora (Jawa Tengah).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason mengatakan pada hari kedua mobilitas pengendara dari luar kota yang melintas Krian jumlahnya meningkat. Karena libur panjang akhir pekan sekaligus tahun baru Cina (Imlek) 2021.

"Karena itu kegiatan penyekatan dan pemeriksaan akan kami perketat dari hari sebelumnya. Hasilnya, ada dua warga luar kota laki-laki yang hasil apid antigennya reaktif," ujar Kompol Mukhlason, Sabtu (13/02/2021).

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Selain itu, lanjut mantan Kapolsek Ngadiluwih ini, pihaknya bakal terus menggelorakan disiplin protokol kesehatan dengan mengedukasi masyarakat melalui pemberlakuan jam malam, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak serta mengurangi mobilitas.

"Kami tak kenal lelah dalam sosialisasi menerapkan disiplin Prokes. Setiap waktu pagi, siang dan malam. Karena ini upaya untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Krian dan sekitarnya," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru