Selama PPKM di Sidoarjo Angka Kematian Menurun Drastis, Rapid Tes Diperbatasan Baru 5 Orang Reaktif

republikjatim.com
PEMERIKASAAN - Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo, dr syaf Satriawarman bersama jajaran petugas tenaga kesehatan mengecek rapid antigen di posko penyekatan By Pass Krian, Sidoarjo, Sabtu (13/02/2021).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Syaf Satriawarman mengecek dan mengontrol Posko Penyekatan dan Pemeriksaan pada hari kedua PPKM ketiga di Posko By Pass Krian, Sidoarjo, Sabtu (13/02/2021). Mantan Wadir RSUD Sidoarjo ini, memastikan angka kematian menurun drastik sejak dilaksanakannya PPKM.

"Dari PPKM pertama sampai PPKM ketiga, khusus di PPKM ketiga ini terjadi penurunan cukup drastis. Seluruh tempat tidur di rumah sakit sekarang hanya dimanfaatkan 62 persen. Kemudian angka kemunculan konfirmasi rata-rata hanya sekitar 20 sampai 30 persen per hari," ujar Syaf Satriawarman kepada republikjatim.com, Sabtu (13/02/2021).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Selain itu, lanjut Syaf jika sebelumnya itu angka konfirmasi mencapai 40-50 persen sekarang tinggal 20-30 persen. Kemudian angka kematian Sidoarjo paling kecil di Surabaya Raya. Angka kesembuhan nomor dua di Surabaya Raya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Penurunan kemungkinan didukung operasi yustisi yang ketat. Kemudian vaksinasi yang sudah berjalan sempurna karena mencapai 102 persen tenaga kesehatan (Nakes) yang divaksin. Makanya, terjadi penurunan cukup baik," tegasnya.

Syaf berharap dengan kegiatan penyekatan dan PNS tidak boleh ke luar kota itu, bisa menurunkan angka penurunan. Apalagi, operasi yustisi diperbatasan itu akan mempersempit gerak orang.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Harapannya, tidak timbul kluster baru. Semoga terjadi penurunan terus-menerus dan mudah-mudahan segera masuk ke zona kuning. Apalagi, hasil rapid antigen selama dua hari baru 5 orang yang reaktif. Rinciannya Posko Porong 2 orang, Posko Krian 2 orang dan Posko Waru 1 orang hingga saat ini," tandasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru