Sidoarjo (republikjatim.com) - Proyek peningkatan Jalan Desa Pesawahan, Kecamatan Porong, Sidoarjo Tahun 2020 senilai Rp 3,5 miliar yang dikerjakan PT Liman Jaya Trans Mix, Pasuruan menyisahkan persoalan. Hal ini lantaran diduga, dampak pengerjaan proyek peninggian jalan itu pagar milik Haliyah warga Desa Candipari, Kecamatan Porong ambruk.
Tidak hanya itu, sebagian pagar bangunan milik desa yang berada di depan rumah warga itu juga ikut ambruk. Bahkan di lokasi terlihat masih terdapat bongkahan pagar yang roboh berserakan dan dibiarkan begitu saja.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Wajar saja, jika Haliyah mendatangi Kantor Balai Desa Candipari untuk meminta pertanggungjawaban serta minta ganti rugi atas kerusakan pagar miliknya itu, Rabu (06/01/2021).
Salah seorang warga setempat, M Nurhadi mengatakan pengerjaan proyek perbaikan jalan itu terkesan asal-asalan. Bahkan setelah pemasangan box cover, di sampingnya seharusnya diuruk kembali untuk menahan. Akan tetapi proyek ini tak diuruk penahan sampingnya, mala ditinggal begitu saja. Akibatnya, menyisahkan rongga selebar 50 sentimeter.
"Kalau ada yang longgar selebar itu, jelas memicu pagar ambruk. Karena tidak ada penahannya dan terlihat airnya. Saat pagar tidak kuat pasti roboh. Saya menyayangkan sampai pagar roboh ini," ujarnya kepada republikjatim.com, Rabu (06/01/2021).
Selain itu, kata Nurhadi jarak box cover dengan jalan aspal masih terdapat rongga beberapa sentimeter. Hal ini dikhawatirkan rawan kecelakaan lantaran ban motor bisa terjebak ronggahan itu. Terutama, ketika berpapasan dengan mobil atau truk karena kondisi jalan sempit.
"Kalau benar-benar terjadi kecelakaan, siapa yang harus disalahkan. Siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara secara terpisah Pj Kepala Desa (Kades) Candipari Buari membenarkan pemilik pagar ambruk mendatangi kantor balai desa. Menurutnya, kedatanganya meminta pertanggung jawaban rekanan terkait pagar miliknya yang roboh itu. Apalagi, kata Buari, pagar yang roboh itu bukan hanya milik warga saja, melainkan pagar pembangunan desa yang ada di depan rumah warga itu juga ambruk.
"Pemerintah Desa Candipari saat ini sudah berkoordinasi dengan instansi terkait mulai kecamatan hingga tingkat kabupaten atas ambruknya pagar itu. Meski awalnya pengerjaan proyek ini agar warga Candipari terbebas dari banjir. Tetapi persoalan ganti rugi atas kerusakan pagar itu, akan diajukan ke Dinas PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo," pungkasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi