Sidoarjo (republikjatim.com) - Aksi percobaan bunuh diri dengan cara meminum cairan pembersih lantai (Super Pell) diduga dilakukan Ali Usman (53) warga Desa Srimulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Kamis (31/12/2021). Beruntung nyawa korban masih bisa tertolong setelah warga mengetahui korban mengeluarkan busa di mulutnya.
Aksi nekad tersangka itu, diduga setelah cinta bujang lapuk ini bertepuk sebelah tangan, ditolak kekasihnya.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Salah seorang saksi, Deni Siswanto (40) di lokasi kejadian mengatakan ada seorang pria berjalan sempoyongan dan terjatuh di depan kolam pancing Gajah Oling.
"Seketika itu, kami bergegas menolong korban dibantu warga sekitar. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Rohman Rokhim Sukodono untuk dirawat tim medis," ujarnya.
Kapolsek Sukodono, Iptu Warjiin Krise menceritakan awalnya Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 11.00 WIB tiba-tiba korban (Ali Usman) jalan kaki datang ke tempat kolam pancing Gajah Oling Desa Pademonegoro, Kecamatan Sukodono untuk menemui pacarnya Sumaika. Di tempat itu, mereka bertemu sebentar (tidak lama kurang dari 10 menit). Kemudian korban (Ali Usman) keluar dari kolam pancing itu.
"Kemudian korban terus berjalan ke arah utara menuju jalan desa. Tiba-tiba terlihat jalannya sempoyongan sesampainya di jalan depan kolam pancing korban terjatuh di tepi jalan dengan kondisi lemas dan mulutnya keluar busa itu," imbuhnya.
Warjiin mengungkapkan melihat kondisi korban saksi Deni Siswanto dibantu warga sekitar bergegas menolong korban untuk dibawa ke RS Rohman Rokhim Sukodono untuk mendapatkan perawatan medis.
"Pengakuan korban saat di rawat sebelumnya memang sudah ada masalah pribadi dengan pacarnya (Sumaika). Karena kondisi pikirannya kalut, korban mengambil jalan pintas dengan cara minum cairan pembersih lantai jenis Super Pell saat berangkat menemui pacarnya itu," tegasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Kini, kata Warjiin korban (Ali Usman) masih di RS Rohman Rokhim Sukodono dalam proses perawatan tim medis.
"Kondisi kesehatan korban sudah berangsur membaik," tandasnya. Zak/Hel/Waw
Editor : Redaksi