Sulaiman Banser Asal Bali, Napak Tilas Jalan Kaki Ke Makam Mbah Hasyim Jombang

republikjatim.com
NAPAK TILAS - Seorang anggota banser Sulaiman (33) warga Buleleng, Bali beristirahat bersama pengurus Banser Krian, Hasanudin di Kantor MWC NU Krian, Kamis (11/12/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Berawal dari kecintaan kepada kiai, seorang anggota Barisan Serba Guna (Banser) Sulaiman (33) warga asal Desa Seripit, Kecamatan Seripit, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali rela melaksanakan perjalanan napak tilas sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Rute napak tilas sejarah NU itu, dimulai dari Bali menuju Situbondo. Kemudian ke Bangkalan (Madura) dan terakhir menuju Jombang.

"Saya berangkat dari rumah tanggal (06/11/2020) menuju ke Ponpes Kiai As'ad Syamsul Arifin di Situbondo. Saya berangkat napak tilas sejarah berjalan kaki dimulai dari Ponpes Kiai As'ad Syamsul Arifin," ujar Sulaiman kepada republikjatim.com, Jumat (11/12/2020) saat berada di MWC NU Krian.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Bagi Sulaiman, perjalanan dari Situbondo menuju Bangkalan kemudian dilanjutkan ke Jombang yang saat ini dilakoni adalah napak tilas perjalanan dari Kiai As'ad. Hal ini dilakukan karena dirinya sebagai pengagum Kiai As'ad.

"Saya semakin mantap waktu itu bermimpi beliau (Kiai As'ad) mencium tangan. Sejak itu saya mengulang kembali sejarah napak tilas apa yang dilakukan beliau (Kiai As'ad) dengan napak tilas sejarah berdirinya NU ini," urainya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Sulaiman mengaku bertekad untuk melaksanakan napak tilas sudah sejak Tahun 2018 lalu. Akan tetapi mempertimbangkan beberapa kali karena postur tubuhnya yang masih gendut kal itu.

"Akhirnya pada akhir Tahun 2020 ini bisa terlaksana. Ditambah mimpi bertemu beliau (Kiai As'ad) itu," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Pria 33 tahun ini bersyukur napak tilas di Bangkalan sudah dilalui dan bisa berziarah di makam Syeichona Kholil. Perjalanan selanjutnya, dari Surabaya menuju Jombang dengan melalui rute Sepanjang, Krian, Mojokerto dan berakhir di Jombang. Sedangkan perjalanan napak tilas ini dimulai 10 November 2020 dari Situbondo.

"Tanggal 10 Nopember bersejarah karena merupakan Hari Pahlawan. Sekaligus mengingatkan kepada pemerintah Kiai As'ad Situbondo dan Kiai Hasyim As'hari Jombang adalah Pahlawan Nasional yang ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia," tandasnya. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru