Sidoarjo (republikjatim.com) - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sidoarjo sukses. Selain, berjalan aman dan lancar, juga tingkat partisipasi pemilihnya cukup tingggi.
Padahal, Pilkada Sidoarjo 9 Desember 2020, dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. Akan tetapi, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada tahun ini, meningkat dibandingkan dengan Pilkada 2015 lalu.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Naiknya tingkat partisipasi pemilih ini tidak lepas dari sinergitas penyelenggara Pilkada dengan Forkopimda dan dukungan tokoh masyarakat Sidoarjo. Pada Pilkada Tahun 2015 lalu, angka partisipasi masyarakat hanya sekitar 50 persen. Sekarang (Pilkada 2020) yang menggunakan hak pilihnya sampai 71,7 persen dari total DPT 1,4 juta jiwa lebih," ujar Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, Kamis (10/12/2020).
Hudiyono menguraikan tingginya tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Sidoarjo menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan Pilkada Sidoarjo. Hudiyono tetap mengingatkan jika Pilkada belum selesai lantaran masih ada tahapan penghitungan suara sampai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih dilantik.
"Meski sukses dilihat tingkat partisipasinya, tapi kami tetap mengevaluasi dengan memanggil Camat Waru, Taman dan Camat Tarik. Dalam catatan sementara, di Kecamatan Taman, tercatat partisipasinya terendah dengan hanya 49,62 persen pemilih. Sedangkan partisipasi tertinggi di Kecamatan Tarik dengan prosentase 82 persen," tegasnya.
Selain itu, di Kecamatan Taman, tercatat angka suara tidak sah atau salah mencoblos mencapai 4.997 suara. Jumlah ini merupakan angka tertinggi di Sidoarjo. Pemanggilan Camat dalam rangka mengevaluasi.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Karena masih adanya partisipasi masyarakat yang cukup tinggi barangkali ini karena sosialisasi atau komunikasi ke masyarakat kurang atau masalah-masalah lain. Itu menjadi bahan evaluasi," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi