BNN Sidoarjo Ajak Perangkat Desa Sosialisasikan P4GN

republikjatim.com
SOSIALISASI - Kepala BNN Sidoarjo, AKBP Toni Sugiyanto mengajak perangkat desa Kecamatan Buduran mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kecamatan Buduran, Kamis (26/11/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Masih maraknya peredaran dan jumlah kasus narkoba yang ditangani penegak hukum Sidoarjo, menunjukkan upaya pencegahan peredaran markoba harus terus digelorakan dalam segala lini. Termasuk instansi pemerintahan di tingkat desa.

Alasan utamanya, karena narkoba dapat mempengaruhi siapa saja. Oleh karena itu, para perangkat desa harus turut serta meengedukasi dan mengawasi warga agar tidak sampai ada yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Bahkan sejumlah pihak juga menggelar sosialisasi pencegahan itu. Diantaranya melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo, Kejari Sidoarjo dan Bakesbangpol Sidoarjo menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi perangkat desa di Kantor Kecamatan Buduran, Kamis (26/11/2020) malam.

Kepala BNN Sidoarjo, AKBP Toni Sugiyanto berharap besar setelah bimbingan teknis untuk penggiat anti narkoba di sejumlah tingkat, para penggiat atau Satgas Anti Narkoba dapat menjadi pengikat dan menjembatani dalam transformasi informasi ini. Selain itu, mampu mengedukasi lingkungan sekitar Pemkab Sidoarjo dan desa atas bahaya narkoba.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Kami berharap agar para perangkat desa berperan aktif dalam mengawasi dan mensosialisasikan upaya-upaya P4GN ke seluruh lapisan masyarakat. Karena narkoba musuh kita bersama," ujar Toni Sugiyanto.

Sementara Kasat Binmas Polresta Sidoarjo, Kompol Dodot Dwianto lebih menekankan pentingnya perhatian orang tua kepada putra putrinya agar tidak terjerumus dalam peredaran barang haram itu. Alasannya, dari berbagai kasus narkoba mayoritas menjerat para generasi muda yang ternyata selain faktor salah pergaulan juga karena kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Ketidakharmonisan hubungan antara orang tua dan anak memicu anak butuh pelarian. Salah satunya ke narkoba itu. Ini harus diperhatikan semua pihak," tandasnya. Yan/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru