BHS - Taufiq Siap Jadikan Pasar Tempat Belanja Nyaman, 11 Komoditas Harus dari Sidoarjo Sendiri

republikjatim.com
DIALOG - Cabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan pedagang dan pengunjung Pasar Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Senin (26/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS-Taufiq) siap menjadikan seluruh pasar tradisional di Sidoarjo aman dan nyaman bagi pedagang dan konsumen. Caranya memperbaiki seluruh Fasilitas Umum (Fasum) yang ada di pasar.

Selain itu, juga bakal menyiapkan agar 11 komiditas sembako yang dijual di pasar tradisional juga berasal dari Sidoarjo sendiri. Selama ini, berasal dari wilayah diluar Sidoarjo.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Pasar ini sangat strategis karena berada di pinggir jalan raya. Meski baru beroperasi 8 tahun, pasar ini menjadi tujuan ibu-ibu dari beberapa desa yang ada di sekitar memanfaatkan pasar ini. Karena itu, akan kami perhatikan terutama masalah kenyamanan pedagang dan konsumen saat berbelanja. Kami akan menjamin kenyaman pedagang dan konsumen saat diamanahi jadi bupati," ujar Cabup BHS kepada republikjatim.com, Senin (26/10/2020) saat mengunjungi Pasar Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Dalam menjamin kenyamanan pedagang dan konsumen pasar tradisional itu, BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini bakal memperbaiki sarana WC dan toilet. Bahkan juga akan ditambah penerangan agar WC dan toliet bisa digunakan pengunjung pasar.

"Soal kenyamanan di WC dan Toilet akan saya selesaikan dalam waktu secepatnya sebelum jadi bupati agar bisa dimanfaatkan pengunjung. Bahkan akan kami siapkan lampunya. Kami pun akan membantu satu Alat Pemadam Kebakaran (Apar) agar saat ada nyala titik awal api bisa segera dipadamkan," imbuh politisi Partai Gerindra ini.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Sedangkan soal 11 komoditas yang dijual di pasar tradisional di Sidoarjo, BHS yang juga alumnus ITS Surabaya ini bakal menyiapkan konsep swasembada 11 komoditas pokok. Menurutnya, jika selama ini telur berasal dari Blitar dan beras berasal dari pacet Mojokerto dan lainnya, maka harus bisa disediakan dari Sidoarjo sendiri dengan memanfaatkan lahan pertanian yang masih sekitar 12.500 hektar itu.

"Karena Sidoarjo punya pabrik pakan unggas (ayam) terbesar di Indoneisa dan pusatnya di Sisoarjo. Saya akan siapkan konsep Sidoarjo bakal jadi pemasok unggas terbesat di Jatim. Karena kami menginginkan pemerintah Sidoarjo hadir menyediakan 11 komoditas pangan itu. Termasuk komoditas gula, akan kami kembalikan Sidoarjo sebagai penyedia gula terbesar di Jatim dan Indonesia timur seperti saat jaman Belanda," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara salah seorang pedagang Astutik mengaku mendukung penuh program- program BHS menjadikan psar tradisional itu menjadi pasar yang nyaman, aman dan jadi tempat rekreasi kalangan ibu-ibu dan anak-anak.

"Kami sepakat karena programnya memberi kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan konsumen," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru