Pedagang dan Konsumen Harus Nyaman, BHS - Taufiq Bakal Perbaiki Fasilitas Pasar Tradisional

republikjatim.com
JARING ASPIRASI - Paslon Bupati dan Wakil Bupati, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) menjaring aspirasi dengan dialog bersama para pedagang di Pasar Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jumat (23/10/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kepedulian Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) terhadap perbaikam fasilitas umum di pasar tradisional cukup serius. Salah satunya, perbaikan fasilitas umum, termasuk sarana dan prasarana yang ada di Pasar Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Hal ini, lantaran di pasar milik desa itu, sangat jauh dari standarisasi pasar tradisional.

"Kami ingin memperbaiki pasar ini menuju standarisasi pasar. Karena pasar ini ada di jalur transportasi jalan kabupaten. Pasti akan selalu ramai. Hanya perlu ditambahkan di depan atau jalur propinsi tulisan Pasar Sedati Gede," ujar BHS didampingi Taufiq usai berdialog dengan pedagan dan pengunjung pasar," Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Menurut Cabup yang juga mantan anggota DPR RI ini, standarisasi pasar sangat penting agar pasar bisa dimanfaatkan pedagang dan pengunjung secara nyaman. Apalagi, pasar ini kata BHS fasilitas, sarana dan prasarananya masih jauh dari standar pasar tradisional. Alumnus ITS Surabaya ini mencontohkan misalnya pintu kamar mandi copot semua, tak ada penerangan dan membutuhkan sejumlah penambahan fasilitas lainnya.

"Kami berharap pasar itu nyaman buat pengunjung dan pedagang. Bila perlu disediakan stand untuk teras BRI agar pedagang tak menyimpan uang di laci dan pembeli tidak perlu membawa uang cash terlalu banyak saat belanja," imbuhnya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Begitu juga soal bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hampir tak ada kecuali seorang pedagang yang mendapatkan bantuan pinjaman modal dari program KUR itu. Termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari puluhan pedagang tak satu pun yang dapat BLT dampak pandemi Covid-19 itu.

"Harusnya minimal 10 persen dari pedagang mendapatkan BLT itu. Agar mereka merasakan kehadiran pemerintah saat pandemi. Soal Pemadam Kebakaran (PMK) pihaknya bakal membantu 1 unit lantaran tak ada tabung PMK di pasar desa ini. Agar publik baik konsumen maupun pedagang merasa terlindungi. Semoga semua semakin bagu saat saya dan Pak Taufiq memimpin Sidoarjo," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Cawabup Taufiq menegaskan seluruh pasar tradisional membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Bahkan penambahan fasilitas umumnya.

"Karena ibu-ibu dan emak-emak paling suka belanja ke pasar. Pasar itu tempat refreshing ibu-ibu jadi harus nyaman. Ibu-ibu kalau sudah bisa ke pasar yang sakit bisa jadi sembuh. Makanya, pasar harus dibenahi agar pedagang dan konsumen betah. Sekaligus ibu-ibu bisa belanja mengajak anak-anaknya," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru