Sidoarjo (republikjatim.com) - Kegiatan Begandring Keliling Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) terus berlanjut dan berkesinambungan. Kali ini, Gus Muhdlor menggelar kegiatan ngontel bareng keliling wilayah Kecamatan Krian.
Ngontel Bareng Gus Muhdlor ini pesertanya membludak. Dari semula yang diperkirakan bakal diikuti sekitar 300 peserta, kali ini diikuti sekitar 1.000 ontelis.
Rutenya mulai dari Lingkungan Magersari, Kelurahan Kria hingga Desa Ponokawan, Kecamatan Krian. Selain itu, juga menyempatkan berdialog di Pasar Sidorejo dan Situs Katerungan yang ada di Desa Terungkulon.
Para peserta Ngontel Bareng Gus Muhdlor ini, diikuti berbagai komunitas ontelis. Dantaranya komunitas ontelis sepeda kuno, ontelis emak-emak, remaja dan ontelis dari kalangan anak-anak.
Koordinator Lapangan (Korlap) Acara, Abud Asyrofi mengaku tidak menyangka antusias masyarakat yang ikut kegiatan ini mencapai sekitar 1.000 orang lebih.
"Kami perkirakan sebelumnya pesertanya sekitar 300 ontelis. Tapi saat dihitung menghabiskan 1.000 bungkus lebih makanan," ujarnya kepada republikjatim.com, Minggu (26/07/2020).
Lebih jauh, Abud menjelaskan Ngontel Bareng Gus Muhdlor ini menarik perhatian pengunjung Pasar Desa Sidorejo. Di pasar tradisional ini, Gus Muhdlor menyempatkan membeli jajanan pasar khas tradisional. Seperti bubur srintil dan lainnya.
"Para pengunjung pasar dan pedagangnya penasaran dan ingin bertemu langsung dengan Gus Muhdlor. Jadi itu yang menyedot perhatian saat berkunjung di pasar itu. Selama ini mereka tahu Gus Muhdlor hanya melalui gambar di pinggir jalan," ungkapnya.
Sementara saat berdialog dengan para pengunjung dan pedagang Pasar Sidorejo, Gus Muhdlor mengaku ingin memberi perhatian khusus kepada jajanan pasar, terutama pada aspek kesehatan. Apalagi, selama ini jajanan pasar dikenal sangat murah da menyehatkan karena tanpa bahan pengawet.
"Saya akan memberikan perhatian khusus, untuk jajanan pasar ini. Karena selain murah juga menyehatkan. Semua bahannya terbuat dari bahan-bahan yang alami," ungkap Gus Muhdlor yang juga Alumnus Unair Surabaya ini.
Bagi CEO Sidoresik ini, jajanan pasar kebanyakan dijual di pasar tradisional. Selain itu, juga posisinya kebanyakan di pinggir jalan. Karena itu, di musim pandemi ini putra ke-6 KH Agoes Ali Masyhuri ini mengimbau para penjual agar selalu menjaga kebersihan makanan yang dijualnya.
"Untuk jajanan (makanan) yang tidak terbungkus, gorengan atau kue basah lainnya wajib ditutupi. Bisa ditutup plastik atau kain bagi penjual yang tidak memiliki etalase kaca," tandasnya.
Sebelumnya, rombongan Gus Muhdlor menyempatkan melihat Situs Katerungan yang ada di Desa Terungkulo, sekaligus membagikan masker dan sembako kepada warga yang membutuhkannya. Hel/Waw
Editor : Redaksi