Sidoarjo (republikjatim.com) - Data perkembangan Covid-19 hingga tingkat RT/RW di Sidoarjo, kini dapat diketahui melalui sebuah aplikasi bernama Delta Trisula. Aplikasi ini dapat diunduh dari Playstore. Masyarakat juga bisa mengantisipasi pergerakan Covid-19 dari aplikasi ini.
Aplikasi digital ini, diciptakan untuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 di Sidoarjo. Data yang masuk ke aplikasi ini diambil dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo. Namun data ini, kemudian dipecah lagi lebih detail hingga wilayah tingkat RT-RW.
Semua data pasien covid-19 masuk dalam aplikasi ini dan operator bisa berkomunikasi dengan pasien melalui smartphone berbasis android. Sehingga data yang masuk diaplikasi ini realtime.
Bahkan lewat aplikasi ini bisa memantau pergerakan para pasien Covid-19. Jika ada pasien positif Covid-19 keluyuran (keluar) dari tempat isolasi, akan muncul sinyal suara peringatan di aplikasi ini. Selanjutnya operator akan melaporkan ke petugas di lapangan mencari pasien ini untuk dikembalikan ke tempat isolasi.
"Kalau ada pergerakan pasien, petugas di posko ini berkewajiban untuk memberitahukan kepada tim di lapangan yang sudah dibentuk, untuk menjemput bersangkutan agar kembali ke tempat isolasi," ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji saat peluncuran aplikasi Delta Trisula di Posko Covid-19 Polresta Sidoarjo, Kamis (23/07/2020).
Selain itu, lanjut Sumardji manfaat dari Delta Trisula ini, adanya sinergitas antar tiga pilar serta Dinas Kesehatan di Kabupaten Sidoarjo dalam penanganan Covid-19. Termasuk terkait penyajian data.
"Tujuannya agar terus kompak dan menguatkan sinergitas untuk mempercepat penanganan Covid-19 serta mewujudkan Sidoarjo menjadi wilayah zona hijau," tegasnya.
Sementara Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi terobosan Polresta Sidoarjo ini lantaran dapat mempercepat penanganan penyebaran Covid-19. Melalui data realtime ini akan bisa mempercepat langkah penanganan, jika ada pasien keluyuran ataupun orang tertular.
"Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan petugas Dinas Kesehatan di lapangan harus siap dan cepat agar tidak memberi ruang terjadi penularan," ungkapnya.
Bagi Cak Nur, keberadaan posko ini sangat penting sekali. Posko Digital Covid-19 akan menjadi referensi progres keberhasilan percepatan penanganan Covid-19 di Sidoarjo. Data yang selaras akan disajikan posko ini. Sehingga nanti tidak ada data perkembangan Covid-19 yang berbeda-beda.
"Kesamaan (data) ini menjadi acuan untuk melakukan suatu kegiatan. Kalau keliru data maka implementasi di lapangan juga akan keliru," katanya.
Dalam Cak Nur meminta Dinkes Sidoarjo mendukung keberadaan Posko Digital Covid-19. Sehingga nanti data yang ada dapat disajikan secara real setiap saat. Pihaknya berharap ada tindakan yang tepat dan cepat dilapangan dari data real time yang disajikan.
"Karenanya Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta Dinas Kesehatan dan pihak desa/kelurahan harus siap di lapangan agar penyebaran Covid-19 dapat segera diatasi. Hasil yang secara cepat ini maka penindakannya harus secara cepat agar tidak memberikan ruang untuk penularan (Covid-19) kepada masyarakat," tandasnya. Yan/Hel/Waw
Editor : Redaksi