Musim Sekolah Daring, Gus Muhdlor Siapkan Konsep Pemerataan Internet di Seluruh Pelosok Sidoarjo

republikjatim.com
DIALOG - Bacabup Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog dengan puluhan warga Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo saat kegiatan Begandring Keliling, Minggu (19/07/2020) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Desa Trosobo dan Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo menjadi penghujung kegiatan Begandring Keliling yang digelar Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Ada sekitar 15 desa di Kecamatan Wonoayu dan Kecamatan Taman yang menjadi sasaran kegiatan Begandring Keliling tahap II itu.

Fahmi Achmad, Ketua Media Center Bacabup Sidoarjo Gus Muhdlor mengatakan Begandring Keliling menjadi salah satu format kegiatan setelah Sobo Pasar dan Warung Melijo dihentikan akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, Begandring Keliling menjadi acara untuk menampung aspirasi dan keluh kesah warga Sidoarjo. Setiap keinginan warga yang masih berkaitan dengan pembangunan Sidoarjo akan menjadi pertimbangan Gus Muhdlor sebagai acuan kebijakan pemerintah daerah kelak, jika terpilih sebagai Bupati Sidoarjo.

"Alhamdulillah, setiap kegiatan Begandring Keliling yang digelar Gus Muhdlor bersama tim memdapat berbagai masukan untuk perbaikan dan pembangunan Sidoarjo dari aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, agama dan lainnya," ujarnya kepada republikjatim.com, Minggu (19/07/2020).

Fahmi menjelaskan ada beberapa keluhan terkait masalah jaringan internet yang tidak merata di beberapa wilayah di Sidoarjo. Jika terpilih sebagai Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor bakal memprioritaskan pengajuan pemerataan akses internet di seluruh wilayah di Sidoarjo.

"Di masa pandemi dan percepatan teknologi seperti sekarang ini layanan internet harus menjadi prioritas. Karena jadi harapan masyarakat dalam menjangkau berbagai kebutuhan. Terutama untuk akses pendidikan yang semua menggunkan sistem daring (jaringan internet) serta untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi," imbuhnya.

Harapan lainnya, juga disampaikan warga. Salah satunya adalah menganggap Gus Muhdlor selain masih muda juga orang baru dalam dunia birokrasi di Sidoarjo. Warga berharap semestinya Gus Muhdlor membawa pembaharuan dan perubahan untuk kebiakan Sidoarjo.

"Gus Muhdlor harus berani menghapus semua sistem dan kultur para pejabat (birokrat) lama yang cenderung lambat dalam mensukseskan pembangunan di Sidoarjo," pintah salah seorang warga setempat saat berdialog dengan Gus Muhdlor.

Selama ini, tidak sedikit aset Pemkab Sidoarjo yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dari sekitar 3.000 aset milik Pemkab Sidoarjo, masih sekitar 700 yang belum disertifkatkan.

"Itu menunjukkan masih banyak yang bisa dimanfaatkan dan dikelola untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan untuk kemaslahatan masyarakat Sidoarjo," tandasnya.

Sebelum kegiatan Begandring Keliling, Gus Muhdlor mengajak warga hidup kesehatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, saat ini, semangat masyarakat yang memamatuhi protokol semakin menurun. Terbukti masih banyaknya penambahan kasus Covid-19 di Sidoarjo.

Sambil membagikan masker dan sembako bagi warga terdampak Covid-19, Gus Muhdlor mengedukasi masyarakat jika pandemi Covid-19 berdampak di semua aspek kehidupan.

"Bahkan fitnah virus ini luar biasa," ungkap Muhdlor di hadapan peserta Begandring Keliling di Trosobo, Kecamatan Taman. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru