Gorong-Gorong Perempatan Bancar Ponorogo Berlubang Ditutupi Tong, Bahayakan Pengguna Jalan

republikjatim.com
BERLUBANG - Gorong-gorong di perempatan Bancar, Kecamatan Sambit, Ponorogo kondisinya berlubang ditutup tong warga agar tidak membahayakan para pengguna jalan, Sabtu (11/07/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Kerusakan jalan di sejumlah titik di Ponorogo, tidak hanya terjadi pada jalan antar kecamatan karena aspalnya brodol dan banyak mengelupas. Namun kerusakan jalan juga terjadi di perempatan Ngepoh (Bancar) jalur Bancar-Wringinanom, Kecamatan Sambit, Ponorogo juga kondisinya berlubang. Selain berlugang, badan jalan di atas gorong-gorong itu juga mengalami ambles karena platnya rusak.

Pemandangan tidak sedap ini, karena kondisi jalan berlubang berada di perempatan jalur antar kecamatan. Bahkan sangat dekat dengan kantor balai Desa dan SDN Bancar. Sehingga banyak mata melirik kerusakan jalan yang ditutupi drum (tong) itu.

Salah seorang pengguna jalan, Misti mengatakan kondisi kerusakan jalan di perempatan Bancar itu sangat membahayakan pengguna jalan dan arus lalu lintas. Menurutnya jika lalu libtas dari arah utara hendak ke timur akan terganggu dengan lubang jalan itu dan sebaliknya. Begitu juga saat dari arah selatan hendak ke timur atau dari barat ke arah timur atau sebaliknya. Apalagi, lubang jalan itu sudah selebar 1 meter.

"Jalan berlubang ini jelas snagat membahayakan. Karena posisi kerusakan di sepertiga badan jalan. Kalau tidak segera diperbaiki akan semakin lebar lubang dan amblesnya," ujar pengguna jalan 40 tahun ini, Sabtu (11/07/2020).

Kerusakan jalan yang sengaja dibiarkan itu, juga dikeluhkan warga lainnya. Menurut ahli bangunan ini, kualitas bangunan jalan itu kurang bagus. Pihaknya memperkirakan kerusakan jalan itu karena kurangnya semen.

"Saya perkirakan jalan ini kurang semennya. Selain itu, pasirnya juga jelek serta ketebalan plat kemungkinan kurang. Kalau tidak segera diperbaiki tak layak karena dekat rumah anggota dewan dan fasilitas pemerintah berupa kantor desa dan SDN," tegas Ono.

Sementara secara terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Ponorogo, Jamus Kunto berkilah jika kerusakan jalan itu karena kekurangan semen dan pasirnya jelek. Alasannya, banyak kendaraan yang melebihi beban muatan (tonase) melintasi jalan itu.

"Kemungkinan penyebab kerusakan jalan itu banyak. Mungkin juga termasuk kendaraan yang lewat kelebihan beban muatan. Nanti, setelah dibongkar akan terlihat jelas. Apa hanya plat yang rusak atau termasuk pondasinya. Jadi akan ketahuan penyebab utama kerusakannya," pungkasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru