Dua Musim Tanam Gagal Panen, Petani Sambat Gus Muhdlor

republikjatim.com
DIALOG - Bacabup Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog menampung keluhan para petani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung, Sidoarjo soal serangan hama tikus, Minggu (21/06/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mendapat kabar tentang petani gagal panen di beberapa sawah di Sidoarjo, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mendatangi sejumlah Kelompok Tani dan Gapoktan. Salah satunya bertemu dengan para petani di Desa Kandangan, Kecamatan Krembung, Minggu (21/06/2020).

Kedatangan Gus Muhdlor dan rombongan disambut para petani di tengah gubuk yang ada di pinggiran sawah. Para petani langsung mengajak Gus Muhdlor melihat kondisi sawah.

Salah seorang perwakilan petani, Jumain yang sehari-hari bertugas sabagai jogo tirto (penjaga air) sawah menyampaikan sejumlah keluhan. Menurutnya, gagal panen tahun ini disebabkan serangan hama tikus yang sulit diberantas. Padahal, dirinya bersama petani lain sudah melakukan berbagai cara memberantas hama tikus. Yakni mulai memasang perangkap, meracun dan menggelar perburuan tikus secara langsung bersama para petani lainnya.

"Dalam perburuan tikus misalnya, dalam semalam petani bisa mendapatkan 200 hingga 400 ekor tikus. Akan tetapi jumlahnya tetap masih banyak," ujar Jumain dihadapan Gus Muhdlor.

Akibatnya, lanjut Jumain untuk sawah seluas 1.800 meter persegi hanya bisa mendapatkan hasil panen 1 hingga 2 kuintal. Hasil itu tak sebanding dengan biaya sewa lahan, pupuk dan proses tanam serta biaya menangkal hama.

"Petani disini, selama 2 musim panen tidak mendapat keuntungan sama sekali karena serangan hama tikus dan lainnya itu," ungkapnya.

Sementara itu menanggapi sejumlah keluhan petani itu, Gus Muhdlor menegaskab hama tikus tidak terjadi di wilayah Kecamatan Krembung saja. Saat CEO Sidoresik ini berkunjung ke Kecamatan Tarik dan Kecamatan Balongbendo, hama tikus juga menjadi penyebab utama gagal panen bagi para petani.

"Hampir semua kecamatan keluhan yang disampaikan petani sama. Yakni gagal panen karena hama tikus. Kami berharap pemerintah mengetahui keluhan petani ini. Seharusnya pemerintah mau membantu meringankan beban para petani. Meski tidak sepenuhnya membantu, setidaknya ada sejumlah kebutuhan petani yang harus ditopang pemerintah," tandas Direktur Pendidikan Ponpes Bumi Sholawat ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru