Ponorogo (republikjatim.com) - Saat ini masyarakat Ponorogo sudah mulai lega. Ini menyusul, sejak tambahan pasien terakhir yakni nomor 34 cukup lama jeda untuk tambahan warga yang terpapar Covid-19.
Namun sore ini ada kabar memprihatinkan yang harus diketahui masyarakat Ponorogo. Adanya satu warga Ponorogo yang terpapar (terkonfirmasil Covid-19. Kabar bertambahnya satu warga Ponorogo terpapar Covid-19 ini disampaikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.
"Kepada seluruh masyarakat Ponorogo, bersama ini dengan penuh keprihatinan saya kabarkan hari ini terdapat penambahan 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dia laki-laki usia 40 tahun yang berasal dari Kecamatan Sampung," ujar Ipong Muchlissoni Jumat (19/06/2020) petang.
Menurut Ipong, pasien yang positif itu adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP ) yang meninggal tanggal 17 Juni 2020 kemarin. Hari ini hasil pemeriksaan PCR keluar dan dinyatakan positif.
"Pasien nomor 35 ini sudah meninggal dalam status PDP. Ia sakit sejak dari Surabaya. Sebelum meninggal dites swab. Hasilnya keluar hari ini. Jadi hasil swab setelah pasien meninggal beberapa hari kemarin," imbuhnya.
Sedangkan PDP asal Sooko yang meninggal 14 Juni 2020 lalu, hasil pemeriksaan PCR dinyatakan negatif.
"Kalau mengamati perkembangan kasus Covid-19, 18 Juni 2020 kemarin, secara nasional terdapat peningkatan kasus sebanyak 1.331 kasus dalam sehari. Sebanyak 316 diantaranya berasal Jawa Timur yang merupakan kenaikan tertinggi dibandingkan provinsi lain," ungkapnya.
Dengan ini Bupati Ipong kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Ponorogo untuk selalu waspada dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Meskipun saat ini akan menerapkan era new normal.
"Kewajiban isolasi bagi setiap warga yang baru datang dari daerah terjangkit tetap harus dilakukan. Karena ini sangat penting untuk memutus rantai penularan Covid-19," pintahnya.
Sementara berdasarkan datanya, kasus konfirmasi Covid-19 di Ponorogo per hari ini total 35 orang. Rinciannya, pasien yang sembuh sebanyak 20 orang, isolasi rumah sakit 12 orang, isolasi mandiri 1 orang dan dua orang meninggal dunia. Mal/Waw
Editor : Redaksi