Gandeng Para Mantan Pemain Timnas, BHS Siap Dorong Kejayaan Sepakbola Sidoarjo

republikjatim.com
DIALOG - Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan para mantan pemain Timnas dan para pelatih club sepakbola asal Sidoarjo untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Sidoarjo di Media Center BHS, Kamis (04/06/2020) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) bercita-cita dan memiliki tekad kuat untuk mengembalikan kejayaan dunia sepakbola Sidoarjo yang kini, mulai redup. Selain bakal memperbesar anggaran pembinaan setiap klub sepakbola, BHS juga bakal memperbanyak kompetisi antarklub sepakbola di Sidoarjo.

"Saya bakal mendorong kembali kejayaan sepakbola Sidoarjo seperti pada Tahun 2006 sampai Tahun 2008. Itu tekad kuat saya saat diamanahi menjadi Bupati Sidoarjo. Kalau perlu lebih dari masa kejayaan di masa itu," terang Bambang Haryo kepada republikjatim.com, Kamis (04/06/2020) sore seusai berdialog dengan sejumlah mantan pemain Timnas, di Media Centre Posko Pemenangan BHS, Jl Diponegoro, Sidoarjo.

Lebih jauh, BHS menjelaskan prestasi sepakbola Sidoarjo saat ini menurun. Bahkan sampai terdegradasi di tingkat terendah yakni pada Liga 3. BHS menilai turunya prestasi itu salah satunya disebabkan pembinaan yang kurang maksimal. Diantaranya soal anggaran pembinaan antarclub senilai Rp 3,5 juta per tahun. Selain itu, juga karena minimnya kompetisi antarklub sepakbola di internal Sidoarjo.

"Karena itu, Pemkab Sidoarjo perlu meningkatkan perhatian serius terhadap sepakbola. Karena jika tim sepakbola memenangkan sebuah kompetisi terutama tingkat nasional mendapatkan kebanggaan tersendiri layaknya menang perang," imbuh Alumnus Perkapalan ITS Surabaya ini.

Bagi anggota DPR RI periode 2014-2019 ini, sepakbola Sidoarjo harus berkembang dan dikembalikan kejayaannya. Alasannya, sepakbola tidak hanya sekedar olahraga, akan tetapi merupakan sebuah kebanggan dan harga diri bagi sebuah daerah. Bahkan sepakbola bisa mendorong generasi muda untuk gemar berolahraga dan mampu mendorong munculnya sportivitas, semangat kedisplinan serta melahirkan generasi muda yang berdedikasi tinggi.

"Untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Sidoarjo, saya menyiapkan sejumlah program. Diantaranya menambah anggaran pembinaan atlet dan pelatih sepakbola hingga membenahi infrastruktur sepakbola di Sidoarjo. Termasuk anggaran pembinaan untuk setiap klub sepakbola sebesar Rp 3,5 juta per tahun, bakal ditambah hingga menjadi Rp 10 juta," tegasnya.

Bagi pengusaha sukses ini, dana APBD yang disalurkan untuk pengembangan sepabola Sidoarjo senilai Rp 2 miliar selama setahun dinilai kecil. Padahal, sepakbola harus seringkali menggelar kompetisi dalam rangka pembinaan.

"Makin banyak kompetisi semakin bagus. Karena itu anggaran itu bakal kami diskusikan dengan DPRD Sidoarjo jika saya diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo. Saya yakin DPRD akan setuju. Karena ini demi harga diri dan kebanggaan masyarakat Sidoarjo. Apalagi, Delta Mania sangat fanatik dengan tim sepakbola Sidoarjo. Ini yang harus digelorakan," jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Bacabup Sidoarjo yang bakal diberangkatkan Partai Gerindra dan Partai Golkar ini juga berencana menggelar cangkrukan sebulan sekali untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Sidoarjo. Cangkrukan itu bersama para tim para mantan pemain bola, antarklub, serta antarkomunitas bola di Sidoarjo.

"Kalau saya diamanahi sebagai Bupati Sidoarjo, saya akan mengajak para mantan pemain Timnas serta komunitas bola, delta mania dan klub-klub sepakbola Sidoarjo mencari solusi membenahi sepakbola Sidoarjo," paparnya.

Saat ini, kata BHS berdasarkan datanya, ada sekitar 30 klub sepakbola dan 150 Sekolah Sepakbola (SSB) di Sidoarjo. BHS berencana bakal mengajak sekitar 950 perusahaan menengah dan besar di Sidoarjo itu, untuk menjadi bapak asuh bagi puluhan club dan SSB di Sidoarjo itu.

"Selain anggaran pembinaan dari pemerintah daerah, kalau perusahaan-perusahaan besar ini mau menjadi bapak asuh maka mereka bisa menyalurkan dana Cooporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu memajukan dan mengembangkan sepakbola kebanggaan warga Sidoarjo ini," urainya.

Sementara salah seorang mantan pemain sepakbola Timnas yang juga mantan pemain Persebaya Surabaya, Uston Nawawi menegaskan pihaknya berharap Sidoarjo bisa memiliki tim yang berlaga di Liga 1. Hal itu membutuhkan sejumlah tahapan. Alasannya, untuk masuk ke Liga 1 tidak semudah membalikkan tangan.

"Kami semua berdiskusi dengan beliau (Bambang Haryo Soekartono) karena pada dasarnya beliau (BHS) juga atlet. Salah satu pondasi pembinaan sepakbola level senior adalah pembinaan di usia muda yakni usia 8 hingga 17 tahun serta perlunya memperbanyak kompetisi internal. Saat ini di Sidoarjo kompetisi yang dijalankan bersifat turnamen, setengah kompetisi dan dalam waktu singkat," ungkapnya.

Padahal, kata Uston yang juga warga Sukodono ini, di dalam setiap kompetisi ada pembelajaran untuk pelatih, wasit dan pemain. Karena itu dalam dunia sepakbola tidak bisa dilepas dari kompetisi. Karena kompetisi itu sebagai ajang pembinaan semua yang terlibat dalam pengembangan sepakbola.

"Kecuali kalau senior, ada level manajemen, tim dan suporter. Semakin banyak kompetisi semakin baik untuk pembinaan," tandasnya.

Dalam dialog bersama BHS itu, selain Uston Nawawi, sejumlah mantan pemain Timnas lain juga ikut berdialog. Diantaranya Nusyadera, Isdiantono, Riyono Asnan, Jamrawi, Gatot Mulbajadi, Nurul Huda dan Wayan Diana. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru