Waspada Penipuan Mencatut Nama Kepala Bea Cukai Juanda Beredar di Medsos

republikjatim.com
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto memastikan adanya kasus dugaan penipuan yang mencatut nama baiknya.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Masyarakat diminta untuk waspada. Ini menyusul adanya modus penipuan dengan mencatut nama Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda beredar melalui sejumlah WA dan Media Sosial (Medsos).

"Kami pastikan pesan itu tidak benar. Pencatutan nama baik kami itu adalah modus penipuan," kata Kepala KPPBC Tipe Madya Juanda, Budi Harjanto, Kamis (28/05/2020).

Lebih jauh, Budi Harjanto memaparkan beberapa hari terakhir dirinya mendapat sejumlah pengaduan terkait pesan singkat yang tersebar melalui Media Sosial (Medsos). Yakni terkait upaya penipuan yang diduga dilakukan orang tak bertanggung jawab. Dalam pesan siangkat itu, berisi permintaan kepada warga atau pelanggan agar mau mentrasfer sejumlah uang atau memberikan barang tertentu. Imbalannya, petugas bea cukai akan memberikan imbalan tertentu kepada yang mau mentransfer itu.

"Memang penipuan ini mengatasnamakan Kepala KPPBC Juanda atau perintah dari Kepala KPPBC. Tapi, sekali lagi saya pastikan itu modus penipuan semata," tegasnya.

Karena itu, Budi mengingatkan masyarakat agar selalu waspada atas adanya beragam modus penipuan itu. Menurutnya jika mengalami atau dikontak penipu itu, diharapkan bisa segera melapor ke petugas yang berwenang.

"Petugas Bea Cukai dalam melayani masyarakat selalu mengedepankan asas profesionalitas dan transparansi. Sehingga tidak diperkenankan petugas Bea Cukai meminta imbalan atau menjanjikan sebuah jasa atau fasilitas yang tidak susai ketentuan yang ada," ungkapnya.

Sementara itu, Budi menegaskan agar masyarakat bisa memanfaatkan saluran informasi yang ada di Bea Cukai. Hal ini untuk membantu memastikan sejumlah ketentuan yang ada.

"Termasuk agar terhindar dari beragam modus penipuan yang dijalankan orang tak bertanggung jawab," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru