Penerima BST Kelurahan Brotonegaran Ponorogo Hanya 7 KK dari Ratusan Yang Diajukan

republikjatim.com
TUJUH - Penerima BST di Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Ponorogo hanya 7 orang dari yang diusulkan 610 orang memicu kekecewaan para Ketua RT, Rabu (13/05/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Jumlah penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo sungguh mengejutkan. Pasalnya jumlah penerima BST hanya 7 penerima. Jumlah itu fantastik dibandingkan dengan kelurahan lain di Kecamatan Ponorogo.

Kenyataan soal BST ini akhirnya dipersoal warga. Keluarahan yang tergolong berjumlah penduduk gemuk dan banyak warganya yang hidup sebagai pedagang serta pekerja harian ini hanya mendapatkan kuota 7 penerima BST. Padahal awal pendataan dan usulan sudah diambil rata -rata per RT 6 orang calon penerima.

"Awalnya pihak kelurahan minta mendata warga yang terdampak covid-19. Setelah saya bersama pengurus RT mendata dari jumlah warga yangbsudah dipilah sebagai penerima PKH dan BPNT, kami temukan 83 KK (225 jiwa). Awalnya kami usulkan 36 KK, tapi hanya diterima 6 KK dan mendapat cadangan 2 KK. Relitanya 0 penerima saat penerimaan Rabu 6 Mei 2020 kemarin," ujar Ketua RT 02, RW 06, Lingkungan Brankungan, Kelurahan Brotonegaran, Ngasiyan Selasa (12/05/2020) malam.

Atas kejadian ini, lanjut Ngasiyan dirinya merasa malu dan seakan dibenturkan dengan warganya. Pasalnya warganya yang diusulkan tak ada satu pun yang masuk. Padahal, warganya kebanyakan menjadi pedagang di alun-alun serta buruh (pekerja) harian yang sangat terdampak pandemi Covid -19 ini.

"Kami prihatin dan kaget kok seperti ini kejadiannya. Kesalahannya dimana dan ke siapa harus mengadu dan memperjuangkan hak warga kami ini. Kami sudah mengadu ke salah satu anggota DPRD, tapi tidak direspon. Bahkan kami mengadu lewat SMS ke Kemensos juga belum ada respon. Kejadian ini sangat timpang. Masak se RT tidak ada yang dapat. Bahkan se kelurahan hanya 7 yang menerima BST yang senilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan itu," tegasnya.

Sementara Lurah Brotonegaran, Khoirul Anam juga mengaku kaget ketika penerima BST tidak sesuai dengan jumlah yang diusulkan kelurahan. Bahkan pencairan dana BST Kemensos ini timpang dengan kelurahan lain di Kecamatan Ponorogo. Menurut Khoirul Kelurahan Brotonegaran termasuk memiliki wilayah luas dan penduduknya cukup banyak.

"Kelurahan sudah mengajukan sesuai permintaan. Yaitu 15 persen dari jumlah 1.635 KK. Awal-awal disuruh mengajukan kelurahan mengajukan usulan sebanyak 610 calon penerima. Kemudian ditolak (dikembalikan) ke kelurahan untuk direvisi. Kemudian kembali diusulkan 246 calon penerima. Tapi Rabu (06/05/2020) lalu, hanya cair untuk 7 penerima. Ini sungguh fantastis dari jumlah yang kami usulkan," ungkapnya.

Khoirul mengaku kaget dan bingung. Pihaknya mempertanyakan yang menentukan dan kurangnya dimana. Bahkan pihaknya prihatin dengaan kejadian sangat timpang angkanya itu.

"Kesalahan saya kurang tahu. Semua sesuai petunjuk Pak Camat. Harapan saya ada usulan kembali mungkin ada tambahan lagi biar yang menerima seperti kelurahan lain. Sama pengajuannya seperti jumlah KK Kesalahan mungkin dari entri data," tandasnya.

Yang membuat para RT di Kelurahan Brotonegaran geram ini karena dari 19 kelurahan di Kecamatan Ponorogo, hanya angka penerima di Kelurahan Brotonegaran yang timpang sangat dengan yang lainnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru