Motor Dua ABG Dirampas Sekawanan Begal di Overpass Jumputrejo Sukodono

republikjatim.com
OLAH TKP - Sejumlah anggota Polsek Sukodono dan Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo menggelar olah TKP bersama kedua korban begal di Overpass Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Kamis (07/05/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sidoarjo, terjadi peristiwa yang dikhawatirkan petugas dan masyarakat saat jalanan sepi. Terutama kasus aksi kejahatan jalanan (begal).

Kondisi itu dialami RH (15) warga Dusun Beciro, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo bersama rekannya. Motor yang dikendarainya dibegal 4 orang yang mengendarai dua motor matic di Overpass Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (06/05/2020) malam.

Korban begal RH menceritakan perampasan ini bermula saat korban sedang pulang seusai nongkrong di salah satu toko yang berada di kavling belakang Polsek Sukodono, Rabu (06/05/2020) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, korban berboncengan dengan MBP (15), warga Dusun Kedung, Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono. Kedua korban mengendarai motor Yamaha Mio merah bernopol L 6742 BK milik Septiana Alga Permadi yang tak lain sepupu korban.

"Yang dibawa kabur begal itu, motor milik Alga. Sepupuh saya," terangnya Kamis (07/05/2020) saat olah TKP.

Lebih jauh, Anak Baru Gede (ABG) korban begal ini menguraikan seusai melintasi JL Raya Desa Suruh, korban sampai di pertigaan. Kemudian dia memilih jalan alternatif arah kiri melewati tuang Desa Jumputrejo. Sesampai ditanjakan Overpass Tol Jumputrejo, mendasak korban dipepet empat lelaki tak dikenal yang saat itu mengendarai dua motor matic.

"Saat jalanan sepi dan minim penerangan itu, kawanan begal ini merampas motor saya dan HP teman saya," imbuhnya.

Seketika itu, lanjut RH sekawanan pelaku memaksa dan meminta kedua korban untuk turun dari motornya. Bahkan salah seorang korban, yakni RH sempat dicekik dari belakang oleh salah satu pelaku. Bahkan juga diberi bogem mentah oleh pelaku yang mengarah kedua matanya.

"Karena itu, kedua mata saya lebam dan hidung saya juga sempat mengeluarkan darah," ungkapnya.

RH mengaku tak bisa berbuat apa-apa saat dianiaya pelaku. Selain itu, Hand Phone (HP) milik MBP juga sempat dirampas. Namun MBP memberikan perlawanan dengan cara menyikut pelaku di bagian leher. Akhirnya HP itu bisa direbut kembali.

"Karena nyawa kami terancam, kamu pun berlari menuruni tebing Overpass menuju arah tol yang penuh semak belukar itu. Karena kena semak belukar berduri dan jatuh berkali-kali saya terluka. Termasuk kedua kaki MBP mengalami lecet karena terkena rumput berduri itu," paparnya.

Kedua korban mengaku jika para pelaku sebelumny sempat berada di toko yang sama, saat korban membeli minum. Menurutnya pelaku diduga membuntuti korban sejak dari toko yang berada di kavling belakang Polsek Sukodono itu.

"Saya tidak menduga kalau di belakang saya itu begal. Karena sejak di warkop sebelum pulang, para pelaku selalu melihat ke arah saya," jelasnya.

Akibat peristiwa naas itu, motor yang dikendarai korban dibawa kabur pelaku menuju arah timur. Setelah melewati o Overpass Jumputrejo, kawanan begal mengarah ke Dusun Beciro.

"Untuk STNK motor berada di dalam jok motor itu. Kasus ini sudah saya laporkan ke Polsek Sukodono agar segera diproses," tandasnya.

Sementara Kapolsek Sukodono Iptu Warjiin Krise mengaku belum bisa memberikan keterangan atas kasus perampasan motor itu ketika olah TKP bersama sejumlah anggotanya.

"No Comment," pungkasnya singkat. Yan/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru