Ponorogo (republikjatim.com) - Musim penghujan bagi orang tua yang memiliki anak-anak harus banyak memperhatikan permainan dan tempat bermainnya. Hal ini sebagai antisipasi anak-anak yang biasa senang mandi di sungai saat musim hujan lantaran anak-anak tidak memikirkan resikonya.
Kondisi ini menimpa bocah kelas 3 SDN di wilayah Kecamatan Balong yang meninggal karena tenggelam di sungai. Korban tenggelam adalah Nazril Gilang R. Bocah 9 tahun ini anak semata wayang pasangan suami istri (pasutri) Sumali (32) dan Nia Wiranti (30) warga Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Balong, Ponorogo.
"Korban tenggelam hingga mengakibatkan meninggal ini diduga korban tidak bisa berenang," terang Kapolsek Balong, AKP Hariyanto kepada republikjatim.com, Kamis (23/01/2020) petang.
Hariyanto menceritakan awalnya, Kamis (23/01/2020) sekitar pukul 15.30 WIB, dua warga Desa Dadapan mengabarkan ada anak-anak yang sedang berenang di bawah Jembatan Dusun Sempol, Desa Dadapan, Kecamatan Balong, Ponorogo. Kedua warga yang melihat anak- anak berenang di bawah Jembatan Sempol adalah Sugeng Prayitno (25) dan Boyono (40). Kebetulan dari sekian anak yang berenang ada anak Boyono yakni Bagas yang hendak tenggelam akhirnya ditolong kedua orang saksi.
"Diantara mereka ada yang menyampaikan Gilang masih tenggelam. Akhirnya sekitar 5 menit kemudian yang bersangkutan berhasil diangkat masih dalam keadaan bernafas. Kemudian dilaksanakan pertolongan pertama semampunya untuk selanjutnya dibawa ke Puskesmas Balong. Setelah di Puskesmas Balong dokter jaga yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.
Hariyanto menduga korban murni meninggal karena tidak bisa berenang. Bahkan seteleh dilakukan pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas Balong, korban dinyatakan tidak ada tanda - tanda penganiayaan. Kemudian korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga," tegasnya.
Sementara Kepala Desa Dadapan, Rusmiyatin membenarkan korban anak semata wayang pasutri warganya. Pihaknya menyatakan duka mendalam.
"Karena Gilang ini anak satu-satunya warga saya itu. Ini sebagai pelajaran agar anak-anak selalu di pantau saat bermain," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi