Lahirkan Pemimpin Tangguh, Kwarcab Sidoarjo Gelar Orientasi Pimpinan Saka

republikjatim.com
ORIENTASI - Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Kwarcab Sidoarjo didampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho membuka acara Orientasi Saka di Aula Polresta Sidoarjo, Selasa (24/09/2019).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Untuk membekali para kader pramuka tentang ilmu kepemimpinan, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Sidoarjo menggelar Orientasi Pimpinan Satuan Karya (Saka) Tahun 2019. Acara ini dibuka Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Kwarcab Sidoarjo didampingi Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di Aula Polresta Sidoarjo, Selasa (24/09/2019).

Orientasi yang diprakarsai Kwartir Cabang Sidoarjo ini diikuti Sepuluh Satuan Karya (Saka). Yakni Saka Taruna Bumi, Bahari, Dirgantara, Bhakti Husada, Keluarga Bencana, Wana bhakti, Wira Kartika, Widya Bhakti, Pandu Wisata dan Kalpataru yang berasal dari Gerakan Pramuka Kwarcab Sidoarjo.

Ketua Kwarcab Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi orientasi ini. Alasannya, pramuka tidak saja sebagai gerakan yang mampu melahirkan kader pemimpin yang tangguh, kreatif dan berdaya saing. Lebih dari itu, kader pramuka dibekali tentang prinsip-prinsip hidup yang tertuang dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

"Kami berpesan seluruh pimpinan Saka dan semua anggota pramuka agar memiliki jiwa nasionalisme tinggi untuk NKRI. Apalagi, sekolah-sekolah di Sidoarjo mewajibkan kegiatan kepramukaan. Karena pramuka dinilai sangat penting dalam kemandirian dan menumbuhkan nilai nasionalisme NKRI kepada para pelajar sebagai generasi masa depan," tegas Kak Nur.

Hal senada disampaikan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho. Menurutnya acara ini agar anggota pramuka dapat menyalurkan nilai-nilai kepemimpinan berkarakter dan rasa nasionalis kepada masyarakat luas. Selain itu, menciptakan generasi muda sehat yang terjauhkan dari halhal yang dapat merusak masa depan.

"Kami minta agar Pramuka menjadi lembaga yang netral. Yakni tidak ikut campur hal-hal politik, menjauhi gerakan radikalisme dan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Sekaligus ikut dalam pengawasan penyalahgunaan narkoba. Apalagi kebanyakan anggota pramuka kaum milenial (remaja)," tandasnya. Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru