Bupati Subandi Minta Proyek Jalan dan Penanganan Banjir Sidoarjo Jadi Skala Prioritas dan Rampung November 2026

republikjatim.com
RAPAT - Bupati Sidoarjo Subandi dan Sekda Fenny Apridawati, Asisten II M Bahrul Amig, Kepala Dinas PUBM dan SDA M Mahmud serta para kepala OPD rapat evaluasi percepatan pembangunan infrastruktur di Ruang Opsroom Sekda Sidoarjo, Rabu (10/06/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo tidak ingin membuang-buang waktu dalam membenahi infrastruktur daerah. Di bawah komando Bupati Sidoarjo, Subandi Pemkab Sidoarjo kini tengah tancap gas melakukan percepatan pembangunan fisik. Yakni mulai dari betonisasi jalan hingga penanganan banjir. Program ini, ditargetkan wajib rampung total pada pertengahan November 2026 mendatang.

​Komitmen besar ini, ditegaskan dalam rapat evaluasi dan percepatan pembangunan infrastruktur daerah yang digelar di Ruang Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/06/2026). ​Rapat krusial ini, dipimpin langsung Bupati Subandi, didampingi Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten II M Bahrul Amig, Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA M Mahmud, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca juga: Saat Pemeriksaan di Kejari, ‎Kades dan BPD Disebut Tahu Sejak Awal Dugaan Alih Fungsi TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit ‎

​Dalam arahannya, Bupati Sidoarjo, Subandi menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat memilah ratusan usulan pembangunan yang masuk dari masyarakat. Mengingat, adanya keterbatasan anggaran, ia meminta sistem "skala prioritas" diterapkan secara ketat.

​"Saya minta seluruh usulan yang sudah masuk dilakukan pengecekan kembali dan dipilah. Mana yang sifatnya mendesak dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Hal itu, yang harus didahulukan (dikerjakan). Kita juga harus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sidoarjo," ujar Subandi.

​Selain itu, Subandi juga menggarisbawahi efisiensi anggaran harus dimaksimalkan agar proyek-proyek vital yang menyentuh langsung urat nadi perekonomian warga tidak tersendat. ​Selain memprioritaskan pemeliharaan dan pembangunan jalan, Subandi juga memberikan perhatian khusus pada masalah klasik Kabupaten Sidoarjo yakni banjir. Ia memerintahkan OPD terkait untuk langsung terjun memetakan titik rawan genangan.

​"Saya minta titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir segera dipetakan dan ditangani. Mulai dari normalisasi saluran, perbaikan drainase hingga perbaikan jembatan dan fasilitas umum yang rusak harus segera diproses dan dikerjakan," imbuhnya.

Baca juga: Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP dan Bea Cukai Sidoarjo Genjot Sosialisasi hingga Desa-Desa Sekaligus Tindak Pengedarnya

​Menjawab instruksi Bupati Sidoarjo itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Pemkab Sidoarjo, M Mahmud mengakui pihaknya saat ini tengah bersiap mengeksekusi program betonisasi jalan Tahun 2026. ​Tercatat, ada tujuh ruas jalan strategis yang tersebar di berbagai wilayah Sidoarjo yang akan segera disulap menjadi jalan beton berkualitas tinggi demi mendongkrak mobilitas warga.

​"Untuk pekerjaan peningkatan jalan, waktu pelaksanaannya membutuhkan durasi sekitar tiga bulan. Kami, sangat optimistis seluruh pekerjaan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target dan selesai paling lambat pertengahan November 2026," urai Mahmud dengan nada optimis.

​Untuk menjamin hasil proyek tidak asal-asalan, Mahmud berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan. Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo akan berkomitmen menjaga kualitas bangunan. 

Baca juga: Sah! Lewat Zoom Meeting, DPP PKB Tunjuk Rizza Ali Faizin Jadi Ketua DPC PKB Sidoarjo Masa Bhakti 2026 - 2031

"Hal ini, agar infrastruktur baru ini memiliki daya tahan jangka panjang dan memperlancar konektivitas antarwilayah di Sidoarjo," katanya.

​Melalui langkah taktis dan evaluasi berkala ini, Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang merata, terencana dan berkelanjutan.

"Sidoarjo yang bebas banjir dan memiliki jalanan mulus diharapkan bukan lagi sekadar impian, melainkan fondasi utama bagi lompatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru