Sidoarjo (republikjatim.com) – Perjuangan tim SAR gabungan selama lima hari membuahkan hasil. Balita berusia 2 tahun bernama Gibran Septian, yang dilaporkan tenggelam di belakang rumahnya di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Rabu (09/04/2026) kemarin, akhirnya ditemukan Minggu (12/04/2026) sekitar pukul 10.05 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Kalikajang dengan jarak mencapai 13 kilometer dari lokasi awal kejadian korban diperkirakan tenggelam.
Penemuan ini menjadi puncak dari operasi pencarian intensif yang melibatkan sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Basarnas Surabaya, TNI, Polri serta para relawan dan warga setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano mengatakan penyisiran dilakukan secara mendalam sejak hari pertama hingga radius belasan kilometer. Namun sampai pagi tadi belum ditemukan.
"Alhamdulillah, di hari kelima ini siang ini, korban berhasil ditemukan. Ini hasil kerja keras bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini," ujar Sabino Mariano di lokasi evakuasi korban.
Setelah dievakuasi dari sungai, jenazah korban langsung diidentifikasi oleh pihak keluarga dengan didampingi aparat kepolisian. Hasil identifikasi awal memastikan jasad itu, adalah Gibran yang hilang lima hari lalu. Jenazah kemudian dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani proses visum.
Kapolsek Tanggulangin, Kompol Anggono Jaya menegaskan prosedur hukum tetap berjalan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
"Karena tujuan visum adalah menentukan apakah terdapat unsur pidana atau murni kecelakaan (tenggelam). Saat ini, petugas (kepolisian) masih menunggu hasil medis resmi untuk langkah selanjutnya," tegasnya.
Sementara Kepala Desa Kalidawir, Maksun SP menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas dan relawan yang bekerja siang dan malam dalam pencarian korban.
"Atas nama pemerintah desa dan keluarga, kami berterima kasih. Dedikasi tim SAR sungguh luar biasa dalam membantu warga kami yang tertimpa musibah," ungkap Maksun.
Sedangkan catatan merah dan rentetan kejadian serupa, yakni tragedi yang menimpa Gibran menambah daftar panjang kasus anak tenggelam di wilayah Sidoarjo dalam waktu yang berdekatan. Berdasarkan data lapangan, ini merupakan kejadian ketiga dalam periode terakhir:
"Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama, yang tinggal di pemukiman yang berdekatan langsung dengan aliran sungai," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi