Sidoarjo (republikjatiim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mematangkan penyusunan masterplan penataan kota. Penyusunan ini, sebagai landasan penanganan banjir yang terukur, terintegrasi dan berkelanjutan.
Langkah strategis ini ditegaskan Bupati Sidoarjo, Subandi saat menghadiri pemaparan masterplan di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (06/01/2026).
Baca juga: Wabup Sidoarjo Sidak Harga Sembako Sekaligus Tampung Keluhan Pedagang Pasar Porong
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Fenny Apridawati, Kepala Bappeda M Ainur Rahman, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Makhmud, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Dalam pemaparannya, tim penyusun mengusung tema besar "Menuju Sidoarjo yang SERASI" (Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas) ini menjadi kompas pembangunan Kabupaten Sidoarjo. k
Khususnya, dalam aspek penataan ruang dan pengendalian banjir yang selaras dengan RTRW 2024 - 2044 serta RPJPD 2025 - 2045.
Bupati Sidoarjo, Subandi menekankan sebagai wilayah Kota Delta, Sidoarjo memiliki tantangan geografis yang unik.
"Sidoarjo ini letaknya paling timur dengan banyak sungai afvoer. Kita harus waspada karena banjir di sini tidak hanya berasal dari luapan sungai, tetapi juga dipengaruhi air laut pasang atau rob," ujar Subandi dalam paparan itu.
Subandi mengakui penanganan banjir membutuhkan dana yang besar. Sementara anggaran daerah saat ini masih terbatas di angka Rp 5,8 miliar. Karena itu, masterplan ini menjadi instrumen krusial untuk menentukan skala prioritas dalam penanganan banjir.
"Ibarat mengobati orang sakit, kita harus diagnosis dulu penyebabnya melalui masterplan ini. Dengan pemetaan yang detail, kita bisa menentukan titik mana yang harus ditangani setiap tahun sesuai dengan kemampuan anggaran," ucapnya.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus itu meliputi Kawasan Langganan Banjir di Kecamatan Tanggulangin, Candi dan Kecamatan Waru. Kawasan Perkotaan: Fokus pada normalisasi saluran yang kini banyak terhimpit bangunan liar di sisi kanan dan kirinya itu.
Subandi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpangku tangan. Ia menegaskan tanggung jawab penataan kota adalah kerja kolektif.
"Semua stakeholder harus terlibat dalam penanganan ini. Dengan adanya grand design ini, kita punya tahapan yang jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun," tegasnya.
Baca juga: Ringankan Beban Warga, Wabup Sidoarjo Serahkan Bantuan Tiga Kursi Roda untuk Warga Porong
Sebagai informasi, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo mencakup empat sektor intervensi utama. Yakni Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir, Rehabilitasi Infrastruktur Jalan, Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan (Sekolah) dan Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
"Melalui integrasi keempat sektor itu, Pemkab Sidoarjo berupaya mewujudkan kota yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga bertumbuh dalam harmoni lingkungan," tandasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi