Sidoarjo (republikjatim.com) - Pengecekan kesiapan rekonstruksi bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo dihadiri beberapa pihak terkait. Diantaranya, Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pesantren Kementerian Agama serta Pengasuh Pesantren.
"Berbagai upaya yang terlah dilakukan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bersama Kementerian dan Lembaga terkait sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden," ujar Sesmenko Pemberdayaan Masyarakat, Andie Megantara kepada republikjatim.com, Kamis (13/11/2025).
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris menyampaikan tujuan pengecekan langsung ini dilakukan dalam rangka persiapan proses rekonstruksi bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran. Hal itu, untuk mengembalikan fungsi dari salah satu bangunan yang ambruk itu.
"Pelaksanaan rekontruksi harus dilaksanakan secara clear and clean. Harapannya, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Dan
kunjungan ini juga dilakukan untuk mengecek legalitas lahan dan rancangan desain di lokasi rekonstruksi," imbuh Abdul Haris.
Pengurus Ponpes Al Khiziny Buduran menyambut baik rencana rekonstruksi. Dampak paling signifikan dirasakan para santri putra.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Saat ini, mereka (santri putra) tidak memiliki tempat yang cukup dan layak untuk ditinggali. Bahkan, para santri berdatangan dari berbagai daerah untuk menimba ilmu di Ponpes Al Khoziny. Saat ini mereka ditampung di beberapa rumah warga sekitar pondok," tegasnya.
Sementara Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Dewi Chomistriana menegaskan persiapan rekonstruksi tengah dimatangkan Kementerian Pekerjaan Umum. Sehingga proses rekonstruksi bangunan Al Khoziny akan mulai dilakukan pada tahun ini.
"Rekonstruksi bangunan Ponpes Al Khoziny dilakukan di lokasi baru yang berjarak sekitar 300 meter dari kompleks utama. Bangunan itu, akan menggantikan fungsi dari salah satu bangunan Ponpes yang ambruk," papar Dewi.
Perwakilan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri juga mengakui dukungannya dalam percepatan rekonstruksi bangunan Ponpes Al Khoziny.
"Rekonstruksi Ponpes Al Khoziny menjadi langkah awal tindak lanjut instruksi Presiden untuk memastikan keamanan bangunan pesantren dan keselamatan santri di Indonesia," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi