Kasus HIV/Aids di Sidoarjo Tertinggi se Jatim, Dinkes Berdalih Kerja Aktif Petugas dalam Skrining dan Deteksi Dini

republikjatim.com
TERTINGGI - Kabupaten Sidoarjo menduduki angka tertinggi dalam penyebaran HIV/Aids se Jawa Timur berdasarkan data dari @data.kita dari kabupaten/kota lain di Jatim dengan jumlah temuan mencapai 270 kasus kemarin.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Angka penularan dan penyebaran penyakit HIV/Aids di wilayah Kabupaten Sidoarjo tertinggi se Jawa Timur (Jatim) diantara Kabupaten/Kota lainnya. Angkanya, mencapai 270 kasus.

Berdasarkan datanya di posisi kedua disusul Kabupaten Jember dengan jumlah 229 kasus dan ketiga Kabupaten Tulungagung. Sedangkan untuk terendah ada di Kabupaten Pacitan. Data itu berdasarkan data.kita. Kondisi ini memicu berbagai pendapat para netizen di Media Sosial (Medsos).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo tinggi kasus penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Sidoarjo menilai jumlah tingginya kasus itu, tidak bisa dipastikan secara faktual. Akan tetapi, karena upaya skrining dan pendeteksian dini yang dilaksanakan petugas Dinkes Pemkab lebih aktif dibanding Kabupaten/Kota lain di Jatim.

"Tingginya angka kasus (HIV/Aids) itu bukan berarti kasus di Sidoarjo paling banyak secara faktual, tetapi karena upaya skrining dan deteksi dini yang lebih aktif dilaksanakan petugas dibandingkan di daerah lainnya," ujar
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, dr Lakshmi Herawati Yuantina, Sabtu (10/10/2025).

Lebih jauh, Lakshmi mengungkapkan temuan tingginya kasus penyakit menular ini, lebih sebagai hasil dari kerja keras petugas Dinkes Pemkab Sidoarjo dalam melaksanakan deteksi dini di lapangan.

"Terutama deteksi dini pada kelompok masyakarat yang dianggap dan dinilai memang rentan beresiko dan tertular penyakit (HIV/Aids) itu," ungkapnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Karena itu, kata Lakhsmi pihaknya perlu meluruskan soal data yang terlanjur dirilis data.kita itu. Baginya, angka temuan tinggi bukan berarti kasus di Sidoarjo paling banyak, akan tapi karena petugas Dinkes Sidoarjo sangat aktif melakukan skrining dan ekspansi layanan setiap tahun.

"Data itu justru menandakan kinerja aktif petugas Dinkes Pemkab Sidoarjo, besarnya jumlah bukan karena ledakan kasus penyakit menular itu," tegasnya membantah.

Bagi Lakhsmi, melalui bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Pemkab Sidoarjo secara rutin melakukan skrining pada populasi masyarakat yang rentan dan berisiko tinggi. Misalnya, seperti komunitas tertentu dan sektor kesehatan yang rentan penularan penyakit itu.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

"Apalagi, di Sidoarjo juga menjadi salah satu kabupaten dengan fasilitas layanan HIV paling lengkap di Jawa Timur, mulai dari pencegahan, diagnosis hingga pengobatannya. Di Sidoarjo ini, bisa dikatakan paling lengkap dalam layanan," katanya lagi.

Lakshmi menyebutkan beberapa fasilitas pelayanan yang dimiliki Pemkab Sidoarjo itu, diantaranya adalah penyediaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), kondom, pelicin serta program treatment as prevention.

"Nah, semua itu untuk memastikan penularan dapat ditekan sejak dini atau sedini mungkin," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru