Hari Ke 8 Evakuasi Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Buduran, BNPB Pastikan 63 Orang Meninggal Dunia

republikjatim.com
HAMPIR RAMPUNG - Bupati Sidoarjo Subandi mengecek proses pencarian dan evakuasi korban meninggal dunia ambruknya bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo yang tinggal 25 persen dengan catatan korban meninggal 63 orang, Senin (06/10/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memasuki hari kedelapan proses evakuasi korban reruntuhan bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, di Sidoarjo, upaya pencarian korban terus dilakukan tanpa henti oleh tim SAR gabungan. Pemkab Sidoarjo bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menuntaskan seluruh proses penanganan darurat dalam waktu dekat atau secepatnya.

Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan dan menargetkan seluruh proses evakuasi dapat selesai besok.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Kami bersama seluruh unsur TNI, Polri, BPBD dan para relawan sudah bekerja maksimal sejak hari pertama ambruknya bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Buduran. Target evakuasi dapat diselesaikan besok," ujar Subandi Senin (06/10/2025) di lokasi proses evakuasi.

Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga memastikan seluruh kebutuhan logistik dan dukungan kesehatan bagi petugas serta keluarga korban tetap terpenuhi.

"Kami juga mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terus bertugas 24 jam di lokasi kejadian," katanya.

Sementara Deputi Penanganan Bencana Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan menegaskan hari ini menjadi momentum penting dalam penyelesaian tahap akhir proses evakuasi.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Hari ini, kami targetkan seluruh proses evakuasi rampung. Seluruh tim gabungan dikerahkan penuh dengan dukungan alat berat serta pendataan dari pihak pesantren untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal," ungkapnya.

Menurut Budi, sinergi antara BNPB, BPBD dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kecepatan dan ketepatan penanganan di lapangan. BNPB juga menyiapkan langkah - langkah lanjutan untuk mendukung pemulihan pascabencana di kawasan itu.

"Saat ini, sudah 75 persen proses pencarian dan evakuasi terselesaikan. Sehingga tinggal 25 persen lagi akan selesaikan secepatnya," tegasnya.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Sementara berdasarkan dari data BNPB hingga Senin (06/10/2025) sore, jumlah korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 167 korban. Rinciannya 104 orang selamat dan 63 orang meninggal dunia.

"Itu data terkahir yang sudah kami rekap selama proses evakuasi dan pencarian," pungkas. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru