Sidoarjo (republikjatim.com) - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sidoarjo bertambah. Kali ini dapur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, berdiri di Kelurahan Magersari, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Dapur SPPG itu, diresmikan Pemkab Sidoarjo, Senin (25/08/2025).
Setiap harinya 4.000 porsi makanan diproduksi di dapur SPPG Magersari yang dikelola Yayasan Perempuan Semangat Garuda itu. Ribuan porsi makanan beragam, bergizi dan seimbang ini diberikan kepada para siswa di beberapa sekolah di Kecamatan Sidoarjo. Seperti di TK Magersari, SDN Magersari sampai SMPN 1 dan SMPN 2 Sidoarjo.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi saat peresmian berharap program MBG di Kabupaten Sidoarjo berjalan optimal. Pemkab Sidoarjo akan mendukung program Presiden RI, Prabowo itu. Kolaborasi bersama akan dilakukan untuk mensukseskan program peningkatan gizi anak-anak.
"Program MBG ini tidak hanya bisa dilakukan pemerintah pusat, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk memastikan program ini berjalan maksimal," ujar dr Lakhmie Herawati.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Menurutnya, digandengnya Yayasan Perempuan Semangat Garuda ini menjadi salah satu kolaborasi menjalankan program MBG di Kabupaten Sidoarjo. Baginya, dapur SPPG Magersari dipersiapkan dengan ketentuan ketat. Sarana, prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata kelola menjadi syarat dapur SPPG dapat berdiri. Hal itu, wajib dipatuhi agar tidak muncul permasalahan setelah makanan didistribusikan ke para siswa.
"Bahkan SDM pemasak makanan diharuskan memiliki sertifikat pelatihan khusus untuk memastikan keamanan pangan. Kami meminta seluruh pengelola dapur untuk memperhatikan peraturan yang berlaku, perlengkapan dan alur kerja wajib dipatuhi agar tujuan pemberian gizi terbaik bagi anak-anak dapat berjalan dengan baik," pintanya.
Sementara Ketua Yayasan Perempuan Semangat Garuda, Rahmawati mengakui dapur MBG yang dikelolanya akan melayani 4.000 paket makanan setiap hari. Pengolahan makanan dilakukan sekitar 20 juru masak. Seminggu mereka bekerja lima hari untuk menyajikan makanan dalam wadah stainless steel.
"Kami berharap program MBG di Kabupaten Sidoarjo mampu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Sidoarjo. Saya melihat sendiri, banyak anak-anak berangkat sekolah tanpa sarapan. Sehingga melalui program MBG, anak-anak mendapat asupan bergizi langsung dari sekolah," tandasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi