TACB dan Pegiat Getol Sosialisasi Situs Cagar Budaya di Sidoarjo, Termasuk Situs Sendang Agung di Urangagung

republikjatim.com
SARASEHAN - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Tri Kisnowo menjelaskan soal Situs Sendang Agung di acara Sarasehan Ngopi Bareng Pegiat Situs Cagar Budaya di Situs Sendang Agung, Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo, Jumat (25/07

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Tri Kisnowo getol mensosialisasikan sejumlah situs cagar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya adalah soal Situs Sendang Agung yang berada di Kelurahan Urangagung, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan sosialisasi itu, salah satunya digagas Paguyuban Situs Sendang Agung. Acara ini dihadiri tidak hanya para penggiat budaya di Sidoarjo, akan tetapi juga dihadiri sejumlah masyarakat umum yang merasa tertarik dengan sejumlah situs cagar budaya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anggota Fraksi PKB DPR RI Arzeti Bilbina Perkuat Nilai-Nilai Kebhinekaan Demi Persatuan

"Acara ini diinisiasi para penggiat situs cagar budaya. Sekaligus tempat berkumpulnya teman-teman Pegiat Sejarah dan Cagar Budaya di Sidoarjo untuk saling sambung roso (sambung rasa). Termasuk mendiskusikan sejumlah langkah sebagai upaya Pelestarian Cagar Budaya di Sidoarjo," ujar Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Tri Kisnowo Hadi kepada republikjatim.com, Jumat (25/07/2025) malam seusia acara Sarasehan Ngopi Bareng Pegiat Situs Cagar Budaya di Situs Sendang Agung, Kelurahan Urangagung, Kecamatan Sidoarjo.

Tri yang juga dikenal sebagai aktivis di Sidoarjo ini, berharap di Situs Sendang Agung misalnya tidak ada bangunan permanen. Alasannya, jika suatu saat digali lebih dalam dan jauh, bisa mengganggu proses eskavasi. Apalagi, lanjut Tri selama ini sudah ada beberapa penelitian soal Situs Sendang Agung. Diantaranya para akademisi dari Universitas Air Langga (Unair), Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Negeri Malang (UM).

"Seharusnya tidak ada bangunan permanen seperti tembok cor. Karena khawatir kalau digali aliran sumur dari Sendang Agung ada dibawahnya dan lain sebagainya," pinta Tri yang juga pengurus tanah wakaf Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Prambon ini.

Saat ini, lanjut Tri Situs Sendang Agung sangat memungkinkan dikembangkan penggalian, pengelolaan, perawatan dan manajemen kunjungannya. Alasannya, status tanahnya dulu dari Desa Urangagung menjadi Kelurahan Urangagung. Jika demikian, maka status tanahnya sekarang menjadi milik Pemkab Sidoarjo.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Maka untuk penganggaran untuk pengembangan bisa lebih mudah. Karena status tanahnya jelas milik Pemkab Sidoarjo. Harusnya baik eksekutif (Pemkab) maupun legislatif (DPRD) Sidoarjo mendukung pengembangan Situs Sendang Agung," tegasnya.

Ketua Lesbumi PCNU Sidoarjo, M Fahmi Anis berharap Situs Sendang Agung bisa segera dikembangkan. Alasannya, sebagai warga asli Sidoarjo dirinya sudah sangat mengenal Sidoarjo sebagai Kota Delta. Akan tetapi dirinya tidak mengetahui pasti tata kelola dan pengelolaan air yang cukup memadai di Sidoarjo, kecuali jika saat hujan maka bakal terjadi banjir dimana-mana.

"Kami berharap pengembangan Situs Sendang Agung semakin diperjelas. Siapa tahu di abad 12 dulu situs ini menjadi salah satu lokasi yang tepat dalam mengelola sistem pengairan di Sidoarjo. Atau mala menjadi lokasi pengendali banjir di wilayah Sidoarjo," pintanya.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Hal yang sama disampaikan pegiat budaya lainnya, Iwan. Menurut ahli Bahasa Jawa Kuno ini, di Situs Sendang Agung yang semakin ramai dikunjungi wisatawan itu harusnya dilengkapi tempat untuk berlatih Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Kawi.

"Misi ke depannya, kami berharap di Situs Sendang Agung ini juga bisa menjadi lokasi sarana edukasi belajar ilmu pengetahuan dan spiritualitas bagi para kaum muda mudi maupun para ilmuwan," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru