Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sidoarjo mulai menyiapkan sistem pelayanan jemput bola. Sistem layanan jemput bola ini untuk menyelesaikan target penyelesaian perekaman e-KTP. Salah satu pelayanan sistem jemput bola itu, adalah untuk para pelajar (siswa) yang bakal memasuki berusia 17 tahun Tahun 2018 ini.
"Teknisnya perekaman lebih awal untuk para siswa agar saat pelajar itu usianya genap 17 tahun siswa langsung bisa mendapatkan e-KTP itu," terang Kabid Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Dispendukcapil, Pemkab Sidoarjo, Sabino Mariano kepada republikjatim.com, Rabu (29/08/2018).
Sabino menguraikan upaya untuk menyelesaikan perekaman e-KTP harus terus dilakukan. Para siswa yang bakal atau sudah berusia 17 tahun menjadi target perekaman e-KTP dalam sistem pelayanan baru itu.
"Kami ingin membantu siswa yang akan berusia 17 Tahun agar bisa segera mendapatkan e-KTP untuk kepentingan sekolah maupun pekerjaannya," imbuhnya.
Menurut Sabino, rencana ini sebagai langkah menyelesaikan target jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Berdasarkan data pelayanan ada sekitar 300.000 jiwa yang belum perekaman dari 1,8 juta jiwa penduduk yang wajib ber e-KTP.
"Berbagai solusi terus dilakukan agar perekaman e-KTP bisa segera dirampungkan. Apalagi, saat ini di 18 kecamatan sudah ada alat perekaman e-KTP. Rata-rata memiliki dua alat pencetakan e-KTP. Karena itu warga harus pro aktif untuk perekaman di masing-masing kecamatan. Karena di setiap kecamatan dilayani dengan petugas yang sudah ahli," tegas mantan Sekretaris Kecamatan Taman ini.
Sementara itu, pejabat kelahiran Timor Leste ini mengaku jika saat ini, suplai blangko e-KTP dari Kemetrian Dalam Negeri (Kemendagri) mulai berkurang. Pihaknya berharap, Kemendagri bisa memasok blangko e-KTP untuk memenuhi daftar tunggu pencetakan e-KTP yang terus bertambah.
"Otomatis kalau semakin banyaknya warga melakukan perekaman maka dibutuhkan blangko e-KTP untuk pencetakan dalam jumlah lebih besar (banyak)," pungkasnya. Waw
Editor : Redaksi