Disiapkan Sanksi, Penggunaan Layanan Call Center 112 Masih Diprank 64.330 Penelepon Tak Bertanggungjawab

republikjatim.com
CALL CENTER - Layanan Nomor Panggilan Darurat 112 menjadi layanan keadaan darurat dengan cara menghubungi Nomor 112 terhubung dengan Pusat Panggilan Darurat (Call Center 112) yang dibangun Pemkab Sidoarjo masih banyak penelepon iseng, Jumat (16/02/2024).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Layanan Nomor Panggilan Darurat 112 menjadi layanan yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat. Caranya, dengan menghubungi Nomor 112 yang akan terhubung dengan Pusat Panggilan Darurat (Call Center 112) yang dibangun Pemkab Sidoarjo.

Layanan ini, untuk melayani warga dalam situasi darurat di kabupaten/kota yang memiliki layanan panggilan darurat 112. Program ini merupakan inisiatif Kemenkominfo untuk menyediakan panggilan darurat yang bebas pulsa.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan KPK, Bupati Subandi Warning Kontraktor Sidoarjo Harus Kerja Tepat Waktu dan Jaga Kualitas

Dibangunnya Pusat Panggilan Darurat (Call Center 112) merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi gawat darurat. Diantaranya seperti kebakaran, kerusuhan, kecelakaan, bencana alam, penanganan masalah kesehatan, gangguan keamanan dan ketertiban umum dan/atau keadaan darurat lainnya yang ditetapkan pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Namun sayangnya, selama beroperasi satu setengah tahun terakhir masih banyak panggilan laporan iseng atau ngeprank petugas.

Salah seorang petugas Call Center 112, Risma mengatakan untuk keseluruhan laporan yang masuk sejak berdirinya 112 pada 20 Juni 2022 sejumlah 76.465 panggilan.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Miskin, 2.052 KPM di Sidoarjo Terima Bantuan Pangan Beras 40 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter

"Tapi sayangnya, masih banyak yang menggunakan layanan ini untuk iseng. Buktinya terdapat data panggilan prank ada 64.330 panggilan masuk," ujar Risma kepada republikjatim.com, Jumat (16/02/2024).

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Sidoarjo, Noer Rochmawati menegaskan dalam pelayanan ini yang perlu ditekankan bukan seberapa banyak laporannya. Namun seberapa cepat dalam merespon dan menindaklanjuti laporan yang masuk.

"Yang diutamakan sesuai tujuan awal hal-hal darurat yang mencurigakan, dianggap berbahaya atau mengancam nyawa. Misalnya seperti kecelakaan, kebakaran dan yang berkaitan dengan keamanan. Agar bisa ditangani dengan cepat pihak yang berwenang," ungkap Noer Rochmawati yang akrab disapa Ima ini.

Baca juga: Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Selain itu, Ima berharap layanan darurat 112 diharapkan dapat digunakan secara efisien dan efektif serta tidak dibuat untuk mainan, iseng dan lain sebagainya.

"Hal ini akan diberi sanksi terhadap penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya. Hubungi 112 Sidoarjo untuk gawat darurat dan bencana. Layanan ini gratis, untuk Sidoarjo yang Gemilang," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru