Riyadh : PSSI Sidoarjo Tak Perlu Konsentrasi ke Klub, Cukup Cari Bibit Timnas

republikjatim.com
DILANTIK - Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh UB melantik Ketua PSSI Sidoarjo, Muhammad Mahfud dan jajarannya di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Minggu (19/08/2018) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur meminta PSSI Sidoarjo agar tidak terlalu fokus mencari klub sepak bola yang handal. Namun, harus konsentrasi mencari para pemain yang layak disiapkan untuk menjadi bibit tim pemain nasional baik untuk U-16, U-19, maupun U-23.

"Tugas utama pengurus PSSI Sidoarjo adalah menghasilkan bibit pemain nasional (timnas). Karena saat ini di setiap lini usia dipastikan ada bibit dari Sidoarjo. Jangan terlalu fokus memikirkan klub sepakbola karena memusingkan," terang Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh UB kepada republikjatim.com, Minggu (19/08/2018) malam seusai acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus PSSI Sidoarjo masa bhakti 2018-2022.

Lebih jauh Riyadh menguraikan tim sepakbola terbaik bukan diukur dari kekayaan, jumlah penduduk maupun kondisi pemerintahan. Akan tetapi diukur dari kemauan dan kemampuan untuk berprestasi.

"Buktinya, sepakbola kalau diukur dari kekayaan jelas Arab dan Qatar juaranya. Kalau dihitung besaran jumlab penduduknya pasti Cina pemenangnya. Begitu juga sejarahnya Palestina negara dalam masa peperangan masih bisa mengalahkan Indonesia kemarin. Jadi ukurannya justru ada di kemauan. Mulai kamauan klub, pengurus dan bupati, Koni termasuk Menpora. Mau dibawa kemana tim sepakbola itu," imbuhnya.

Saat ini, lanjut pria yang berprofesi sebagai pengacara ini, sejarah membuktikan Sidoarjo sukses melaksanakan piala AFF U-16 dan U-19. Bahkan Timnas U-16 menjadi juara dan Timnas U-19 menjadi runner up.

"Ini artinya Sidoarjo sudah punya nama dikunjungi 11 negara peserta AFF. Sekarang ditawari pertandingan di atasnya. Semua berkat dukungan masyarakat, bupati dan Forkopimda Sidoarjo," tegasnya.

Sementara Ketua PSSI Sidoarjo yang baru dilantik, Muhammad Mahfud menegaskan jika di Sidoarjo saat ini dari 321 desa ada 300 lapangan sepakbola. Sebanyak 80 lapangan diantaranya layak dijadikan ajang kompetisi sepak bola. Oleh karenanya pihaknya berharap arahan dari Bupati, Koni dan PSSI Jatim.

"Tak banyak program kerja kami dibandingkan pembinaan sebelumnya. Karena ini sisa waktu. Kami sudah dan akan menggelar liga remaja U-17 dengan posisi aman di runner up. Bisa masuk putaran berikutnya. Kemudian kompetisi liga 3 atau Persida, pembinaan pemain muda untuk Porprop Jatim 2019 serta masih banyak pemain U-21 dan kompetisi internal tahun ini diputar akhir September dan berakhir Nopember," pungkasnya. Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru