Ning Sasha Ajak Tiap Desa di Sidoarjo Tonjolkan Ciri Khas Kelompok Asman dengan Produk Unggulan Khusus

republikjatim.com
TOGA - Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor mengajak semua desa untuk memiliki ciri khas kelompok Asman dengan tanaman khas pula, Kamis (02/11/2023).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor memberikan julukan untuk Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu dengan sebutan Kampung BMW.

"Ini sangat menarik, kalau setiap desa yang memiliki kelompok Asuhan Mandiri (Asman) juga menonjolkan ikon (ciri khas). Jangan salah, Kampung BMW ini nanti akan membuat wisatawan bertanya-tanya mana BMW (merk mobil) nya?. Padahal, BMW adalah Blimbing Wuluh," ujar istri Bupati Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor yang akrab disapa Ning Sasha ini disambut tawa warga Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Kamis (02/11/2023).

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Selain itu, Ning Sasha juga meminta kepada kelompok Asman terus berinovasi mengembangkan produknya. Tujuannya, agar bernilai jual tinggi dan layak untuk dipasarkan di luar Sidoarjo.

"Tadi saya lihat olahan blimbing wuluh ini ada minuman dan manisan. Coba dibuat kripik blimbing wuluh karena kripik lebih menjual dan menghasilkan cuan (keuangan)," pintanya.

Dibawah terik matahari yang panas, Ning Sasha juga berkunjung ke Perumahan Nirwana, Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Perumahan yang tertata rapi juga penuh dengan bunga telang berwarna ungu cantik membuat Ning Sasha tertarik untuk terus berkeliling di kebun milik kelompok Asman itu.

"Olahan bunga telang ini nanti bisa panjenengan (anda) inovasikan terus. Selain berupa minuman, masih banyak juga olahan bunga telang lainnya yang tak kalah menjual dan terasa lebih lezat," tegas alumni Fakultas Hukum Unair Surabaya ini.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Kelompok Asman untuk pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) dan akupresur berpotensi membentuk wisata lokal di Sidoarjo. Karena itu, Kamis (02/11/2023), Ning Sasha juga berkunjung ke Asman di Desa Kragan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Panjali (pandan, jahe, lidah buaya) begitu nama Asman Desa Kragan itu.

"Asman disini (Desa Kragan) banyak macamnya. Saya minta agar dari 3 toga diambil salah satu saja yang menjadi ikon Desa Kragan dan diolah dengan baik. Tentunya, dengan tidak meninggalkan jenis toga lainnya. Nanti, setiap desa memiliki Asman akan terkenal dengan budidaya produk apa?. Misalnya saya mau tahu budidaya pandan saya akan lari ke Desa Kragan," tandas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Pencetus Asman toga belimbing wuluh Desa Mulyodadi, Tyas Subandi bercerita tentang ketertarikannya terhadap belimbing wuluh. Sehingga dirinya berinisiatif mengajak ibu-ibu lain untuk menanam belimbing wuluh. Tujuannya, untuk dapat diolah menjadi makanan yang sehat dan bernilai jual.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Pertama saya mendirikan ini sejak 2022 lalu. Saya melihat belimbing wuluh menjadi toga yang menarik. Karena rasaya asam akan sangat mustahil untuk dikonsumsi atau diolah selain campuran masakan rumahan. Belimbing wuluh ini menjadi ikon desa kami. Sebanyak 62 belimbing wuluh subur dan terus akan ditambah jumlahnya," urainya.

Sementara Ketua Asman Desa Kragan, Rheza mengaku akan memilih fokus budidaya lidah buaya. Menurutnya, di daerahnya cocok untuk menanam lidah buaya.

"Masukan baik dari Ning Sasha nanti akan kami kembangkan lagi untuk budidaya lidah buaya, tapi dengan catatan tidak meninggalkan toga lainnya," pungkasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru