Gus Muhdlor Ajak Generasi Emas Sidoarjo Harus Lahir dari Unusida

republikjatim.com
MOTIVASI - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang akrab disapa Gus Muhdlor memberi motivasi sekitar 600 mahasiswa baru saat Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) - VIII Unusida Sidoarjo Tahun 2023, Rabu (06/09/2023).

Sidoarjo (republikjatim.com) - "Universitas Nahdlatul Ulama (Unusida) tidak bisa diremehkan lagi. Unusida adalah kampus penggerak dan  pencetak generasi emas". Kata itulah yang menjadi lecutan semangat yang disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali yang akrab disapa Gus Muhdlor dihadapan ratusan mahasiswa baru Unusida saat mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) - VIII Unusida Sidoarjo Tahun 2023, Rabu (06/09/2023).

Terdapat sekitar 600 orang mahasiswa Unusida yang mengikuti PKKMB - VIII Tahun 2023 ini. Gus Muhdlor sengaja diundang menjadi keynote speaker dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna KBIH Rahmatul Ummah Sidoarjo itu. Gedung ini juga menjadi bagian Kampus 1 Unusida.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

"Terdapat tiga hal wajib yang harus dimiliki seorang mahasiswa saat ini," imbuhnya.

Menurut Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini, seorang mahasiswa tidak hanya cukup berpendidikan saja. Namun juga diimbangi dengan keahlian. Menurutnya, keahlian tidak dapat digantikan mesin maupun komputer. Seperti halnya cara mempengaruhi orang. Membangun team work yang baik. Hal seperti ini menurut Gus Muhdlor tidak dimiliki mesin.

"Karena itu, mahasiswa Unusida saat ini bukan hanya berpendidikan saja. Akan tetapi punya keahlian yang tidak bisa tergantikan mesin maupun komputer," ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Gus Muhdlor melanjutkan saat ini sudah banyak orang berpendidikan di Indonesia. Punya banyak gelar pendidikan, tetapi tidak memiliki keahlian. Seseorang seperti ini akan tertinggal karena saat ini sudah memasuki zaman Artificial Intelegent (AI). Segala kemudahan didapatkan.

"Tapi kalau esensinya dalam belajar hanya mencari orang berpendidikan saja, sebentar lagi semua akan kalah dengan teknologi. Khususnya hand phone. Karena Artificial Intelegent bisa menjawabnya," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Gus Muhdlor menguraikan menjadi terdidik boleh. Tetapi, tetap harus punya keahlian itu wajib. Memiliki keahlian yang tidak dapat dilakukan mesin di masa sekarang ini sangatlah penting. Hal itu dapat dilihat di negara berkembang saat ini. Berpendidikan saja ternyata tidaklah cukup.

"Karena dibutuhkan keahlian agar bisa survive. Memiliki pendidikan dan  keahlian masih belum cukup, maka elemen terakhir yang wajib dimiliki yaitu memiliki net working yang banyak dan luas," papar putra KH Agoes Ali Masyhuri ini.

Bagi Gus Muhdlor semakin banyak net working yang dicapai, maka semakin banyak jaringan yang dimiliki. Menurutnya, untuk menghadapi zaman yang penuh dengan perubahan, mahasiswa harus jadi pribadi-pribadi yang relevan dengan zaman. Jika saat ini sudah masuk zaman digital, maka pemikiran mahasiswa harus sudah digital.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Kesesuaian ini yang penting. Agar relevansi mahasiswa untuk bisa mengalokasikan dan mengintegrasikan antara yang didapat di bangku akademik harus related dengan isu-isu sosial yang ada," urainya.

Dalam kesempatan ini, Gus Muhdlor juga menitipkan pesan kepada mahasiswa agar jangan takut berekspresi. Mahasiswa dapat menyampaikan pendapat. Selain itu, jangan miskin kreatif serta miskin untuk berpikir kritis karena semua harus imbang.

"Kalau kuliah, jangan hanya makan bangku kuliah saja. Tapi harus tetap kritis dan kreatif," pintanya.

Gus Muhdlor menyampaikan seluruh mahasiswa Unusida merupakan mahasiswa hebat. Buktinya, dengan sederet prestasinya seperti Juara Nasional dan ASEAN. Capaian prestasi ini menandakan Unusida tidak boleh dipandang remeh. Unusida mampu melahirkan mahasiswa yang siap mengisi pos penting yang bukan hanya di Sidoarjo. Akan tetapi, juga bisa di kanca nasional dan internasional.

"Karena itu, saya mengajak bersama-sama memastikan generasi emas Sidoarjo lahir dari Unusida. Unusida sudah mendapat katagori baik sekali. Untuk itu jangan ragu menyekolahkan anak-anak untuk kuliah di Unusida. Semoga dengan PKKMB ini dipastikan bukan hanya mencetak anak yang pintar dan berpendidikan. Tapi juga ada pribadi-pribadi yang punya keahlian dan net working yang luas untuk memastikan masa depan mereka semua," jelasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Rektor Unusida, Dr Fatkhul Anam menegaskan satu - satunya Universitas yang ada di Sidoarjo dengan Akreditasi Baik Sekali di akhir Tahun 2022 adalah Unusida. Menurutnya, seluruh Program Studi (Prodi) di Unusida sudah terakreditasi. Untuk Prodi PGSD terakreditasi Unggul dan Baik Sekali.

"Sedangkan untuk Prodi Pendidikan Bahasa Inggris beserta 20 program studi lainnya terakreditasi baik," katanya.

Menurut Anam, kinerja bidang pendidikan dan penelitian lembaga masyarakat Unusida ada di peringkat 94 dari 5.300 PTN dan PTS. Dari seluruh perguruan tinggi NU di Indonesia yang berjumlah 274 Unusida, Unusida ada di peringkat 3 dan di Bidang Tata Kelola Kemahasiswaan Unusida ada pada nomor urutan 171 dari 4.600 PTN dan PTS se Indonesia. Kemudian di perguruan tinggi NU yang berbadan hukum PBNU, Unusida terbaik pertama peningkatan cluster penelitian dan pendidikan.

"Ada kenaikan kelas dari cluster pratama ke cluster madya. Tidak salah rasanya saudara memilih Unusida karena prestasi kemahasiswaan ini sudah tidak hanya berprestasi di tingkat regional dan nasional. Akan tetapi prestasi mahasiswanya sesudah go internasional. Tahun 2023 awal tepatnya di bulan Januari tim dari Fakultas Ilmu Komputer mendapatkan medali emas," pungkasnya.

Sedangkan berbagai capaian itu, kemudian menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai penerus estafet pendahulu. Tanggung jawabnya untuk bisa melebihi prestasi dari kakak-kakak kelas di Unusida.

"Prosesi PKKMB ini dirancang untuk mencari bibit-bibit unggul dan mencari bakat minat mahasiswa baru. Kemudian akan diarahkan tidak hanya berprestasi di tingkat regional, akan tetapi sudah dihantarkan meraih prestasi di tingkat internasional," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru