Sidoarjo (republikjatim.com) - Relokasi ratusan pedagang Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo dari sisi timur ke sisi barat bukan hanya memberi fasilitas yang nyaman saja bagi para pedagang. Akan tetapi, juga ikut mendongkrak omzet para pedagang yang sudah menetap di sisi barat pasar terbesar di Sidoarjo itu.
Salah seorang pedagang tempe di sisi barat Pasar Larangan, Abdul Rouf mengakui omzet (pendapatan)-nya kian lama kian naik dan menggiurkan. Bahkan, diakui Pasar Larangan sisi barat lebih ramai daripada saat dirinya menempati Pasar Larangan di sisi timur.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Jelas pembelinya lebih ramai disini. Omzet saya bisa naik 2 kali lipat setiap hari. Pokoknya enak disini karena pakai sistem drive thru juga bisa. Makanya banyak pembeli yang merasa diuntungkan tanpa turun motor juga bisa langsung belanja," ujar Rouf kepada republikjatim.com, Sabtu (02/09/2023).
Sedangkan pedagang Pasar Larangan lainnya, Abdul Aziz yang bernjualan ayam potong juga mengakui omzetnya sudah naik hingga 100 persen pasca relokasi Pasar Larangan sisi timur.
"Alhamdulillah, sejak pindah disini benar-benar berkah dan sama sekali tidak ada yang dirugikan. Kita semua sebagai pedagang merasa sangat senang," ucapnya dengan bangga.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Drive Thru atau layanan tanpa turun (lantatur) membuat daya tarik sendiri bagi salah satu pembeli di Pasar Larangan. Hal ini dirasakan Joko, salah satu pembeli mengaku dirinya nyaman dengan belanja disini karena pakai sistem drive thru itu.
"Enak kalau belanja kita tanpa turun bisa. Tapi mau turun pun juga bisa. Kita naik di motor tidak perlu jauh-jauh dari pantauan kita, belanja dikit juga enak tidak perlu jalan jauh lagi dan bisa tanpa parkir," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi