Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali kembali membagikan insentif kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan kader kesehatan. Kali ini, insentif diberikan kepada mereka yang berada di Kecamatan Gedangan. Terdapat 951 orang tenaga kesehatan dan kader kesehatan di Kecamatan Gedangan yang memperoleh insentif itu.
Insentif ini diserahkan Bupati Sidoarjo di GOR Gedangan. Ikut hadir dalam penyerahan itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Dr Feny Apridawati, Camat Gedangan Inneke Dwi Setyawati serta Kepala Bank Jatim Cabang Sidoarjo.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Bupati Sidoarjo muda yang akrab disapa Gus Muhdlor mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader kesehatan dalam memberi pelayanan kesehatan selama ini. Penghargaan setinggi-tingginya itu diberikan atas dedikasi melayani masyarakat patut diberikan. Baginya pengabdian mereka kepada masyarakat tidak sebentar.
"Ada yang sudah 40 tahun lamanya menjadi kader Posyandu. Jumlah kader seperti ini juga tidak sedikit. Di Kecamatan Gedangan ada 40 orang. Mereka merupakan angka yang sangat besar dengan pengabdian selama 40 tahun seperti ini," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Jumat (04/08/2023).
Selain itu, Gus Muhdlor menjelaskan pemberian insentif ini bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo. Dirinya meminta tidak melihat nilai nominalnya. Namun dilihat sebagai bentuk apresiasi yang diberikan kepada mereka yang mengabdi di bidang kesehatan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo berencana memberikan fasilitas BPJS Ketenagakerjaan gratis kepada seluruh kader kesehatan.
"Yang harus dilihat hari semangat perhatian kami kepada ibu-ibu semua. Saya juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan mulai Tahun 2024 semua kader kesehatan se Sidoarjo harus dilengkapi BPJS Ketenagakerjaan," pinta Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor juga menyampaikan Kabupaten Sidoarjo saat ini memiliki tugas yang amat berat. Kompleksitas masalah tidak dapat dihindari sebagai kabupaten penyangga ibu kota Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, hal ini sangat wajar sebagai kabupaten dengan pertumbuhan yang pesat. Industrialisasi yang semakin masif dan jumlah penduduk yang semakin banyak.
"Bahkan sekarang akan seiring dengan bertambahnya polusi. Karena itu, kami berharap semua kader harus mulai bergerak untuk menurunkan angka stunting. Termasuk, AKI dan AKB serta penting lagi konsistensi untuk memastikan IPM di Sidoarjo yang salah satu tolak ukurnya adalah bidang kesehatan harus berubah jauh lebih baik dari hari ini," tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Gus Muhdlor juga berharap sinergi semua pihak untuk menuntaskan permasalahan kesehatan. Derap langkah pembangunan kesehatan diminta juga seirama. Dengan begitu dirinya yakin tujuan mensejahterakan dan menyehatkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2024 lebih mudah.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Kalau kemudian Bupati, Kepala Dinas, Camat, Kades, DPRD, RT/RW dan semua kader kesehatan mau turun. Bahkan derap langkahnya sama, saya yakin yang menjadi tujuan kita untuk mensejahterakan dan menyehatkan generasi emas kita menuju Indonesia emas 2024 pasti akan lebih mudah lagi," kata putra KH Agoes Ali Masyhuri ini.
Sementara Gus Muhdlor berpesan kader Posyandu berusia lanjut untuk tetap semangat dalam mengabdi. Meski nanti dihadapkan pada pelayanan yang serba digital. Di era itu, semua kader dimintanya tidak menjadi halangan kader kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kader kesehatan berusia lanjut dapat meminta tolong cucunya untuk membantu dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Hal ini yang membuat kami bangga. Selama 40 tahun mengabdi sebagai kader Posyandu dan masih mengabdi di usia 80 tahun sangatlah luar biasa. Semangat ini yang harus dijaga. Kabupaten akan maju kalau semua warganya memahami membangun itu harus dimulai dari hati yang paling dalam," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi