Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak melalui program Konsolidasi Bangga Kencana dan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. Program ini bertujuan memberi perhatian khusus kepada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta memastikan mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat.
Konsolidasi Program Bangga Kencana menjadi program inovatif yang bertujuan meningkatkan status gizi dan kualitas hidup anak-anak di Sidoarjo. Program ini, melibatkan berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, pendidikan serta masyarakat secara keseluruhan. Melalui kolaborasi yang erat antar instansi, program ini mengintegrasikan berbagai kegiatan mencapai tujuan bersama. Yakni menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Subandi mengatakan Tim Pendamping Keluarga menjadi garda terdepan untuk mengawal dan mengatasi stunting pada lingkungan kecil kelurahan hingga kecamatan. Tim itu diharapkan penurunan hingga 14 persen di Tahun 2024 bisa tercapai.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak mulai dari kepala dinas hingga kader kecamatan dan desa dalam upaya keras fokus penurunan stunting di Sidoarjo. Pekerjaan ini saya rasa tidak mudah, tapi dengan semangat, Insyaallah kita bisa mencapai target penurunan secara signifikan. Yakni mencapai 14 persen di Tahun 2024," ujar Subandi yang juga Ketua Tim Stunting Kabupaten Sidoarjo, saat Konsolidasi Program Bangga Kencana dan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Delta Wibawa, Senin (05/06/2023).
Subandi menambahkan, saat ini Pemkab Sidoarjo telah berupaya memperbaiki kualitas air bersih di Sidoarjo. Yakni berkerjasama dengan PDAM Delta Tirta agar menjangkau air bersih hingga ke pelosok-pelosok desa.
"Kami berkomitmen terus bekerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas," tegas Subandi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawarman menjelaskan kenaikan 1,4 persen angka stunting di Sidoarjo menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh OPD terkait. Sebagai contoh DP3AKB yang akan fokus pada penyuluhan, memfasilitasi program bantuan sosial untuk kelompok sasaran serta pelayanan rujukan kepada kelompok sasaran.
"Berdasarkan data DP3AKB tercatat sebanyak 4.812 tim penurunan stunting di Sidoarjo terdiri dari unsur Bidan, Kader PKK dan Kader KB. Kami terus fokus pada pembangunan balai KB. Tahun ini di Kecamatan Tarik dan Kecamatan Sukodono. Untuk tahun depan akan diusulkan pembangunan Balai KB di Kecamatan Tarik dan Kecamatan Candi," jelasnya.
Selain itu, Syaf yang juga mantan Kepala Dinkes Pemkab Sidoarjo ini menguraikan dalam konsolidasi ini, Pemkab Sidoarjo mengadakan berbagai kegiatan. Termasuk, pelatihan kepada ibu hamil dan menyusui mengenai pola makan yang sehat, pemberian makanan tambahan bergizi, kampanye kesadaran gizi dan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Selain itu, program ini juga bekerja sama dengan sektor pendidikan untuk mengintegrasikan pendidikan gizi dalam kurikulum sekolah.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Pemkab Sidoarjo juga membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mendukung program ini. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan upaya penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan anak dapat tercapai," urainya.
Sementara Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo menyebutkan Program Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting menjadi program yang fokus pada tindakan preventif. Seperti pemberian gizi yang baik sejak awal kehamilan, peningkatan akses terhadap perawatan kesehatan ibu dan anak serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang.
"Pencegahan stunting ini harus dimulai dari mencegah pernikahan dini, mengurangi konsumsi rokok pada bapak-bapak serta gizi baik untuk pasangan yang baru saja menikah," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi