Pencairan Bulan Ini Dirapel, 3.383 Buruh Pabrik Rokok di Sidoarjo Terima BLT Rp 275.000 Setiap Bulan

republikjatim.com
SERAHKAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menyerahkan bantuan BLT tiga bulan sekaligus mulai bulan Januari, Februari hingga Maret Tahun 2023 sebesar Rp 275.000 per bulan di Pabrik Rokok Cengkir Mas Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (12/04/2023) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Berkah bulan Suci Ramadhan 1444 Hijriyah dirasakan 3.383 orang buruh pabrik rokok yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Mereka menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkab Sidoarjo. Mereka berasal dari 53 pabrik rokok yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Bantuan itu berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2023 yang diterima Kabupaten Sidoarjo. Mereka menerima BLT tiga bulan sekaligus mulai bulan Januari, Februari hingga Maret Tahun 2023 sebesar Rp 275.000 per bulan.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Program BLT DBHCHT ini diserahkan langsung Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali di Pabrik Rokok (PR) Cengkir Mas Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (12/04/2023) sore. Selain buruh pabrik rokok, bantuan ini juga diserahkan kepada 154 orang penerima non produksi pabrik rokok. Anggarannya kurang lebih mencapai Rp 11 miliar.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengatakan bantuan seperti ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Bantuan itu menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mensejahterakan warganya.

"Terdapat kenaikan penerima bantuan dari tahun sebelumnya. Dari 2.000 an orang, kini sudah mencapai 3.000 an orang. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban penerima bantuan semua," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Rabu (12/04/2023) sore.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Bagi Gus Muhdlor, upaya Pemkab Sidoarjo mensejahterakan warganya tidak hanya dilakukan melalui bantuan seperti ini. Pelatihan menjadi pengusaha baru juga terus dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo. Seperti halnya pelatihan yang diberikan kepada buruh pabrik rokok agar memiliki keterampilan kerja lainnya.

"Lewat Disnaker juga disertakan pelatihan untuk buruh rokok agar lebih produktif dan menjadi seorang entrepreneur di rumah masing-masing," ungkap Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Selain itu, keberpihakan pemerintah juga diberikan kepada industri rokok. Keberpihakan itu untuk menjaga ribuan orang yang menggantungkan hidupnya pada industri tembakau itu. Pemkab Sidoarjo sendiri berencana membuat Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Tempatnya di wilayah Kecamatan Porong. Tempat itu menjadi wadah pengusaha rokok untuk lebih tenang menjalankan bisnisnya.

"Keberpihakan pemerintah baik dari pemerintah pusat maupun daerah terkait dengan penggunaan DBHCHT sangat masif. Termasuk komitmen kita untuk membangun KIHT di kawasan Porong yang akan mewadahi pengusaha-pengusaha rokok agar lebih tertib dan aman menjalankan usahanya," tandas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru