Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana di KB TK Al Muslim JL Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo berbeda dengan hari lainnya, Sabtu (01/10/2022). Ini menyusul, para orang tua kompak bersama putra-putrinya memakai baju batik.
Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Aksi ini bertujuan untuk membangun rasa cinta dan bangga siswa-siswi KB TK Al Muslim tentang warisan leluhur bangsa. Yakni warisan batik agar tidak hanya bangga memakai pakaian batik. Akan tetapi juga paham batik merupakan aset bangsa yang wajib dilestarikan dan dijaga keutuhannya.
"Selain itu, Hari Batik Nasional adalah wujud rasa syukur dan pendorong untuk berinovasi mengembangkan batik nasional di kalangan para siswa dan siswi KB TK Al Muslim," ujar Kepala KB TK Al Muslim, Siti Aminah kepada republikjatim.com, Sabtu (01/10/2022).
Lebih jauh, Siti Aminah yang juga mantan Humas Yayasan Al Muslim Jawa Timur ini menjelaskan Peringatan Hari Batik Nasional kali ini diisi dengan lomba fashion show. Yakni sekeluarga berbaju batik terdiri dari ayah, ibu dan anak. Selain itu, pameran foto dan para orang tua membacakan buku kepada putra-putrinya di rumah.
"Para peserta fashion show bergaya di atas zebra cross seperti yang saat ini sedang viral yaitu Citayam Fashion Week," imbuh Aminah.
Selain itu, kegiatan ini bersamaan dengan program sekolah yaitu Gerakan Abaku yang merupakan kegiatan rutin para orang tua membacakan buku kepada putra-putrinya, baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak.
"Kami berharap melalui kegiatan ini terwujud adanya sinergitas yang berkesinambungan antara pihak sekolah dan keluarga dalam menguatkan karakter percaya diri dan kemampuan literasi anak," tegasnya.
Selain itu, lanjut Aminah juga meningkatkan bonding anak dan orang tua agar bisa meningkatkan imun tubuh anak. Bahkan anak lebih pandai mengatasi masalahnya karena terasah kecerdasan berbahasa dan emosinya. Termasuk anak memiliki kepercayaan diri yang baik serta lebih mudah mengajarkan ketertiban dan kedisiplinan pada anak.
"Keterlibatan dan sinergi orang tua merupakan aspek penting dalam mendidik anak usia dini. Hal ini karena orang tua merupakan pendidik pertama dan utama anak di rumah serta menjadi orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi