Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan ibu-ibu PKK di Kabupaten Sidoarjo mendapat kesempatan mengikuti pelatihan mengolah limbah daun menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi. Salah satunya, diolah menjadi bunga artificial yang cantik dan indah. Pelatihan pemanfaatan limbah daun kering, ranting dan buah ini digelar TP PKK tingkat Kabupaten.
Pelatihan ditempatkan di Balai Desa Lemujut, Kecamatan Krembung dan Balai Desa Simpang, Kecamatan Prambon. Kegiatan dibuka langsung Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor, Kamis (15/09/2022).
Mereka yang menjadi peserta pelatihan merupakan ibu-ibu anggota PKK tingkat desa dari wilayah Kecamatan Krembung dan Kecamatan Prambon. Total ada 200 peserta yang antusias mengikuti pelatihan hingga selesai.
Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor atau yang akrab dipanggil Ning Sasha mengatakan pelatihan ini untuk membekali anggotanya terampil. Dari keterampilan itu, diharapkan dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga.
"Kami yakin dengan kreatifitas anggota, pembuatan bunga artificial dari bahan dedaunan ini akan bernilai ekonomis yang dapat dijual. Pelatihan ini, kita memanfaatkan daun-daun kering di sekitar rumah untuk menjadi barang yang bernilai jual," ujarnya.
Ning Sasha berharap keterampilan ini, dapat dikembangkan anggotanya. Pembuatan bunga hias dari bahan limbah dapat dikreasi lebih baik lagi. Jika hasilnya bagus, pihaknya akan fasilitasi untuk dapat ikut pameran.
"Monggo kalau mau menseriusi ini untuk bikin kelompok kerja membuat karya-karya, nanti saat ada pameran dibawa ke Dekranasda akan kita ikutkan pameran," imbuhnya.
Menurutnya, sudah banyak para pelaku UMKM yang ikut pameran. Bahkan dari pameran itu, mereka mendapat pesanan produk kerajinan yang dibuat. Hal itu dilakukan agar para pelaku UMKM yakin akan kelangsungan produk kerajinan yang dibuatnya.
"Dulu dari PKK Sukodono ada yang membuat kerajinan manik-manik saya ikutkan dan selalu saya ikutkan pameran, malah sekarang berkelanjutan dan dapat order terus," tegasnya.
Karena itu, Ning Sasha meminta para UMKM tidak perlu khawatir akan produk kerajinan yang dibuatnya. Banyak pameran yang bisa diikuti. Baik skala kabupaten maupun provinsi yang sering diselenggarakan.
"Kami tidak mau selepas pelatihan bingung. Artinya, sudah bikin karya banyak dengan kelompok terus bingung mau dijual kemana. Tenang, nanti kita fasilitasi pameran, baik itu di pendopo maupun diikutkan pameran di Surabaya. Jadi tidak perlu khawatir karena ini sebenarnya program pelatihan yang berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara pelatihan ini mengundang Evie Christiastuti pemilik usaha Kyoza Handycraft. Warga Perumahan Pondok Candra Waru mengajarkan ibu-ibu PKK desa menyulap dedaunan menyerupai bunga di atas telenan sebagai hiasan rumah yang cantik. Kerajinan ini bernama topiary pot dan hiasan dinding.
"Tidak hanya daun yang dimanfaatkan dalam seni topiary. Tapi, juga kulit jagung maupun kulit buah juga dapat digunakan," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi