Sambang Desa, Gus Muhdlor Tampung Uneg-Uneg Warga Mulai Urusan PJU Sampai Layanan Kesehatan Gratis

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIALOG - Bupati Sidoarjo Ahmada Muhdlor Ali berdialog dengan warga Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo untuk menampung keluhan warga, Selasa (26/04/2022) malam.
DIALOG - Bupati Sidoarjo Ahmada Muhdlor Ali berdialog dengan warga Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo untuk menampung keluhan warga, Selasa (26/04/2022) malam.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) berdialog bersama warga Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini membuka ruang uneg-uneg. Bahkan warga dipersilahkan menyampaikan keluhan maupun permasalahan yang ada di desa.

Salah seorang perangkat Desa Mojoruntut menanyakan mengenai usulan 55 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun 2020 yang diproyeksikan di Tahun 2021. Namun, usulan itu sampai sekarang belum terealisasi. Usulan lain yang belum mendapatkan respon yakni pembangunan Pendopo Balai Desa.

Menanggapi pertanyaan ini Gus Muhdlor langsung memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk turun ke lapangan sekaligus mengecek titik-titik yang akan dibangun PJU. Ia memastikan tahun ini dapat terealisasi pembangunannya.

"Untuk PJU saya minta titiknya mana saja. Besok akan disurvei Dishub. Kalau besok hingga 3 hari ke depan tidak ada yang survei matur maneh. Paling tahun ini terealisasi. Soal pendopo akan dilihat anggarannya. Tidak bisa menjanjikan terealisasi tahun ini. Karena dampak pandemi kemarin pendapatan kabupaten masih minus. Mungkin Tahun 2023 kalau sudah pulih dari pandemi direalisasikan," ujar Gus Muhdlor kepada republikjatim.com, Rabu (27/04/2022).

Dalam pertemuan dengan warga ini, Bupati Sidoarjo mengajak pendamping desa untuk bersama-sama mendengarkan uneg-uneg warga. Menurutnya, dengan berdialog langsung dengan masyarakat bisa dengan cepat mengurai sejumlah permasalahan yang ada wilayahnya. Pihaknya sengaja mengajak tenaga ahli pendamping desa untuk menerima uneg-uneg soal permasalahan desa itu.

"Cara ini merupakan cara paling cepat untuk mengatasi permasalahan desa yang terkendala anggaran. Anggaran saat ini 40 persen untuk bansos, 20 persen untuk ketahanan pangan, 8 persen untuk permasalahan Covid-19. Sehingga hanya tersisa 32 persen anggaran untuk program desa yang lain. Kalau ada permasalahan yang dapat diintervensi oleh Pemkab akan dibantu tenaga ahli pendamping desa karena menyangkut masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, warga juga mengadukan jalan desa Mojoruntut arah dari balai desa sampai kecamatan kondisinya banyak yang rusak dan berlubang. Sejak Tahun 2.000 hanya ada sekali perbaikan jalan aspal di wilayah itu. Gus Muhdlor langsung memerintahkan Dinas PU BM dan SDA untuk segera turun mengecek. Sedangkan untuk jalan provinsi yang rusak, Pemkab Sidoarjo akan menginformasikan ke Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Jatim.

"Dinas PU segera turun mengecek jalan, terutama di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik menjadi atensi. Mulai dari balai Desa Mojoruntut sampai kecamatan. Semua kendalanya sama, kanan kiri jalan tidak ada got, sehingga air hujan menggenang di jalan. Akhirnya, merusak jalan saat dilewati kendaraan besar," tegasnya.

Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini menjelaskan penyebab jalan rusak karena curah hujan tinggi dan air rob naik. Selain itu, saluran air (drainase) jalan tidak dibersihkan. Bahkan masih banyak jalan yang belum memiliki drainase menjadi faktor kerusakan jalan.

"Pemkab tidak bisa jalan sendiri, bersama-sama warga harus gotong royong giat kerja bakti membersihkan drainase. Untuk jalan provinsi yang rusak di wilayah Krembung Pemkab Sidoarjo sudah kirim surat ke Kemenhub dan Dishub Jatim agar segera diakomodir perbaikannya," ungkapnya.

Selain permasalahan infrastruktur jalan, ada pula pertanyaan mengenai banyaknya kartu KIS BPJS warga yang tidak aktif. Warga berharap ke depan proses pengajuan pembuatan KIS dipermudah.

"Garis besarnya kalau ada yang tidak mampu dan tidak bisa ngurus JKMM di rumah sakit dan bayar matur bupati. Gratis semua. Tapi terkadang pihak perangkat desa kurang paham cara pengurusannya. Nanti akan dijelaskan teknisnya Kepala Dinsos. Pemkab siap membantu masyarakat lewat program JKMM. Kemarin banyak kartu yang tidak aktif, karena adanya evaluasi data penerima KIS. Data lama ada anak 3 tahun diberi kartu BPJS 45 tahun," tegas Gus Muhdlor. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo Asrofi menginformasikan mengenai rumah sakit yang menerima KIS/BPJS. Menurutnya, pelayanan semua Puskesmas Sidoarjo gratis bagi masyarakat. Namun untuk rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo soal pelayanan KIS/BPJS Kesehatan ada 5. Yakni RSUD Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar, Rumah Sakit Siti Khodijah, Rumah Sakit Anwar Medika, Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Rumah Sakit rujukan dr Soetomo dan Rumah Sakit menur.

"Semua Puskesmas pasti menerima. Kalau sakit ke puskesmas tidak akan ditolak walaupun KIS mati atau tidak punya. Nanti bisa membuat surat pernyataan tidak mampu SKTM. Kedua ada 5 rumah sakit yang menerima rujukan KIS/BPJS. Semua pasti dilayani dan dibayar Pemkab. Yang penting ada KTP dan KK. Nanti langsung didaftarkan ke BPJS," tandasnya.

Bupati Sidoarjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sidoarjo juga membagikan 300 paket zakat ke warga Desa Mojoruntut, Kecamatan Krembung. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepada Dinas Sosial, Forkopimka Krembung diantaranya Camat Krembung, Danramil Krembung, Kapolsek Krembung,l dan Kepala Desa Mojoruntut. Hel/Waw

Berita Terbaru

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Jalan Sehat Berhadiah MURI, Wabup Sidoarjo Ajak Warga Taat Pajak Demi Pembangunan Infrastruktur Daerah

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan warga Sidoarjo memadati kawasan Monumen Jayandaru, Alun-alun Sidoarjo, Minggu (02/08/2026). Selain berolahraga dan…

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Lawan Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Emak-Emak Cek Gadget dan Teman-Teman Anaknya

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 19:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika kini makin mengintai generasi muda tanpa memandang usia maupun latar…

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Kedok Toko Vape di Ruko Graha Kota Sidoarjo Jadi Gudang Miras Dibongkar Petugas, Razia Serentak Sita 1.696 Miras Ilegal

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Minggu, 02 Agu 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi mengobarkan perang terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) ilegal. Langkah…

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Survei Anjlok, Anas Urbaningrum Sentil Pemerintahan Prabowo, Layangkan 5 Resep Cerdas Raih Kepercayaan Publik

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:51 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Belum genap dua tahun menahkodai Indonesia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterpa angin kencang. Hal itu, ditandai…

Sentuh Warga Prambon, Bupati Sidoarjo Tinjau Bedah Rumah dan Salurkan Bantuan Kursi Roda Bagi Warga Miskin di Pinggiran

Sentuh Warga Prambon, Bupati Sidoarjo Tinjau Bedah Rumah dan Salurkan Bantuan Kursi Roda Bagi Warga Miskin di Pinggiran

Sabtu, 01 Agu 2026 21:35 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 21:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menancapkan komitmennya dalam mempercepat penanganan kemiskinan dan peningkatan…

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Perkuat Sinergi Bersama Orang Tua, SMP Al Muslim Kuatkan Komitmen Cetak Generasi Berakhlak Mulia

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sabtu, 01 Agu 2026 18:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendidikan karakter dan keberhasilan belajar anak tidak bisa hanya ditumpukan pada pundak sekolah. Menyadari krusialnya peran…