Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengirimkan 70 orang kafilah pada MTQ Jawa Timur ke XXIX yang digelar di Kabupaten Pamekasan. Puluhan kafilah ini diberangkatkan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dari Pendopo Delta Wibawa, Senin (01/11/2021).
Saat pemberangkatan itu, terdapat 52 peserta yang akan mengikuti 44 cabang dalam MTQ ke 29 Jatim Tahun 2021 ini. Selebihnya official, pendamping, pembina dan driver.
"Kami berharap Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi juara umum. Karena Sidoarjo sempat menjadi runner up di beberapa kali penyelengaraan MTQ Jatim. Sekarang ini waktunya Sidoarjo untuk mengambil lagi dominasi pada MTQ di Pamekasan," ujar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali kepada republikjatim.com, Senin (01/11/2021) di sela pemberangkatan kafilah.
Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini meyakini juara umum bisa kembali diraih Sidoarjo. Predikat juara umum 4 kali berturut-turut harus kembali diraih Sidoarjo. Menurutnya bukan hal yang tidak mungkin Sidoarjo kembali menjadi juara umum MTQ Jatim tahun ini.
"Karena kami melihat bibit-bibit emas pencinta Al-Quran di Sidoarjo sangat banyak. Karena itu, Sidoarjo harus menjadi juara dan siap menjadi juara umum," pintah Bupati muda alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Selain itu, Gus Muhdlor menjelaskan sejarah mencatat Sidoarjo pernah menjadi pusat peradaban Islam. Masa itu terjadi Tahun 1.700 an. Keberadaan Pondok Pesantren Siwalanpanji, Kecamatan Buduran menjadi buktinya. Banyak kyai-kyai Jawa Timur berasal dari salah satu pondok pesantren tertua di Jatim itu. Seperti Kyai Kholil, Kyai As'ad, Kyai Abdul Karim maupun Kyai Hasyim Asyari.
"Sejak Tahun 1.700 an kultur kita (Sidoarjo) itu kultur pesantren. Ini sangat kental dengan budaya agama Islam," tegas Alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Karena itu, Gus Muhdlor berharap para kafilah dapat menunjukan prestasi dengan sebaik-baiknya. Semangat yang tinggi dibarengi niatan ibadah harus ada dalam jiwa kafilah MTQ Jatim asal Sidoarjo. Selain itu, Gus Muhdlor juga berpesan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Yakni selalu memakai masker hal yang wajib dilakukan setiap kafilah.
"Selain ingin meraih prestasi sebagai juara, yang terpenting lagi menggerakkan gairah umat Islam dalam membangun yang didasari nilai luhur yang bersumber dari Al-Quran," ungkapnya.
Sementara itu di Tahun 2022 akan dibuat Perda pendidikan baca tulis Al-Quran. Perda itu sebagai acuan syarat masuk SMP Negeri yang mewajibkan bisa baca tulis Al-Quran. Rencana itu masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) baru.
"Rencana ini penting. Itu yang akan kita dorong dan kita pastikan. Karena saya yakin ketika suatu daerah pembangunan manusianya selalu diiringi Al-Quran, saya yakin keberkahan akan turun di daerah itu," tandasnya.
Dalam MTQ ke 29 Jatim tahun ini kafilah Sidoarjo diperkuat Abdad Fatiha Fawwas yang merupakan juara 2 Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) 2021 di Sofifi Maluku Utara. Selain itu terdapat nama Aqila Ninda Putri yang merupakan juara 1 Hafizh Indonesia 2021 di salah satu program televisi swasta. Atas capaian prestasi dua penghafal Al-Quran itu, Pemkab Sidoarjo memberikan reward masing-masing uang sebesar Rp 10 juta. Hel/Waw/Adv
Editor : Redaksi