Orang Meninggal Tahunan Masuk JKN KIS, Dewan Sidoarjo Minta Data UHC Amburadul Segera Diverifikasi Ulang

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HEARING - Anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo melaksanakan hearing bersama BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo dan sejumlah OPD terkait karena amburadulnya data penerima JKN KIS program UHC di ruang Paripurna DPRD Sidoarjo, Jumat (03/09/2021).
HEARING - Anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo melaksanakan hearing bersama BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo dan sejumlah OPD terkait karena amburadulnya data penerima JKN KIS program UHC di ruang Paripurna DPRD Sidoarjo, Jumat (03/09/2021).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah anggota dan pimpinan Komisi D DPRD Sidoarjo mendesak BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo segera memperbaiki data JKN KIS. Ini menyusul, data peserta yang masuk Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tercover dalam program Universal health Coverage (UHC) amburadul dan dinilai wakil rakyat masih belum tepat sasaran.

Apalagi, terdapat data orang meninggal sudah bertahun-tahun, tetapi masih masuk dalam daftar penerima JKN KIS itu. Tidak hanya orang meninggal, akan tetapi juga ditemukan data tanggal lahir dicetak asal-asalan serta warga yang tidak menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) justru menerima jaminan kesehatan itu.

Carut marutnya data penerima JKN KIS ini terungkap saat hearing antara Komisi D DPRD Sidoarjo bersama sejumlah pihak terkait dalam penyelenggaraan BPJS Kesehatan gratis yang dicover dalam program UHC. Diantaranya perwakilan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo serta pihak BPJS Kesehatan sebagai pelaksana jaminan kesehatan gratis bagi warga Sidoarjo itu.

Ketua FKKD Sidoarjo, M Heru Sulthon menceritakan fakta soal carut marut data peserta BPJS Kesehatan itu. Hal itu berdasarkan temuan di warganya. Menurutnya, di lapangan ditemui jika masyarakat yang tergolong mampu atau kaya tetap mendapat BPJS yang tercover UHC itu. Sedangkan masyarakat yang cenderung miskin malah tidak tercover BPJS Kesehatan gratis itu.

"Termasuk implementasinya di lapangan terdapat orang meninggal selama bertahun-tahun masih masuk data penerima JKN KIS," ujar M Heru Sulthon kepada republikjatim.com, Jumat (03/09/2021).

Lebih jauh Heru yang juga Kepala Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo ini berharap program yang sudah dirumuskan Pemkab Sidoarjo itu tepat sasaran dan diseriusi pelaksanaannya. Pihaknya memberikan salah satu sarannya. Diantaranya harus ada tahapan verifikasi data faktual (verfal) dari bawah.

"Caranya ya harus melibatkan perangkat desa beserta RT, RW. Karena yang tahu di lapangan kondisi warganya adalah perangkat beserta pengurus RT dan RW itu," pintahnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo, Tirto Adi mengaku pihaknya sudah memberikan sejumlah masukan kepada BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo sebagai pelaksana program UHC ini. Harapannya, agar pelaksanaan program UHC dapat berjalan baik.

"Tapi kenyataannya justru kami menyayangkan sekali. Karena saran kami belum dilaksanakan secara maksimal," ungkapnya.

Tirto yang juga mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo ini mencontohnya soal pelaksanaan gencarnya sosialisasi ulang terkait program UHC itu. Tujuannya agar masyarakat paham alur dan memanfaatkannya. Contohnya dengan pasang baliho minimal 1 lembar di setiap kecamatan.

"Tapi kenyataannya sampai sekarang juga tidak ada baliho atau spanduk sama sekali. Begitu juga soal pelaksanaan verfal ulang data yang belum valid. Nyatanya tidak dilakukan sama sekali. Itu sangat ironis kalau di lapangan ada warga miskin yang belum dapat JKN KIS itu," tegasnya.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih berharap BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo segera memperbaiki pelaksanaan implementasi program UHC ini. Alasannya, tidak sedikit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dikucurkan dalam program UHC itu. Yakni mencapai sekitar Rp 14 miliar digelontorkan setiap bulan.

"Kami memberikan rekomendasi tegas. Daripada malu kepada masyarakat karena kurang tepat sasaran dan amburadul semua, kami usulkan program UHC ini dipending (ditunda). Kalau perlu kartu JKN KIS ditarik dan dibenahi dulu. Kemudian anggarannya ya harus dipending (ditunda)," paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman mengungkapkan mulai Juli 2021 ini dana untuk UHC juga belum dibayarkan ke BPJS Kesehatan.

"Karena permintaan Pak Bupati, persoalan data amburadul ini minta diselesaikan dulu sampai tuntas," jelasnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Yessy Novita mengaku meminta maaf soal amburadulnya data dan pendistribusian kepersertaan BPJS Kesehatan itu. Yessy berjanji ke depan pihaknya akan merencanakan langkah verifikasi ulang peserta dan penerima BPJS Kesehatan ini.

"Kami juga butuh kerjasama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sidoarjo lainnya agar saling mendukung. Kami pun mulai memilah data by name by address per desa untuk memudahkan verifikasi ulang. Kami juga akan koordinasikan dengan Dinsos soal verfal ini," ucapnya.

Sedangkan salah seorang staf BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Yudi menambahkan, saat ini memang baru tahap pertama pendistribusian BPJS Kesehatan yang tercover UHC. Setelah ini masih ada 114.000 pada tahap kedua yang belum di distribusikan.

"Soal data warga yang meninggal masih terdaftar itu salah satu penyebabnya keterlambatan update data. Contoh ada warga Cemengbakalan yang meninggal Tahun 2013 tapi baru dilaporkan April 2021 kemarin. Itu masalahnya. Soal sosialisasi, kami sebenarnya juga sudah melaksanakan. Tetapi baru secara online dengan melibatkan sebagian pemerintah desa. Kami mengakui memang kurang maksimal sosialisasinya," pungkasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Laporan Internal BNI Bikin Oknum Agen Nakal Ketar-Ketir, Kejati Jatim Ringkus Tersangka Baru Korupsi KUR Rp 41,48 Miliar

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:32 WIB

Jember (republikjatim.com) - Pengusutan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BNI di Jember makin berbuntut panjang. Tim penyidik …

Puncaki Jamsostek Award Se-Jatim, Pemkab Sidoarjo Cetuskan Inovasi Satu ASN Lindungi Satu Pekerja Rentan

Puncaki Jamsostek Award Se-Jatim, Pemkab Sidoarjo Cetuskan Inovasi Satu ASN Lindungi Satu Pekerja Rentan

Rabu, 16 Sep 2026 20:50 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 20:50 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam memberikan jaminan perlindungan sosial bagi warganya membuahkan hasil…

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Buka KISI 2026, Bupati Subandi Minta Inovasi Tidak Hanya Cari Penghargaan, Tapi Harus Bisa Dirasakan Warga Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 18:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan inovasi di sektor pemerintahan tidak boleh berhenti sebatas mengejar piala…

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jatim, Bupati Subandi All Out Perkuat Pengelolaan Sampah Plastik di Sidoarjo

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 08:45 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Kabupaten Sidoarjo resmi terpilih menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) dalam pelaksanaan Proyek InCircular di …

Dekatkan Layanan Cuci Darah, ​Resmikan Instalasi Dialisis RSUD Sibar, Wabup Mimik Ajak Nakes Layani dengan Senyum

Dekatkan Layanan Cuci Darah, ​Resmikan Instalasi Dialisis RSUD Sibar, Wabup Mimik Ajak Nakes Layani dengan Senyum

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 18:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan kembali diwujudkan.…

Lamban Usut Dugaan Korupsi TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit, Warga Siap Duduki Kejari Sidoarjo

Lamban Usut Dugaan Korupsi TKD Damarsi Jadi Rumah Kos Elit, Warga Siap Duduki Kejari Sidoarjo

Selasa, 15 Sep 2026 13:48 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan (GMPK) Desa Damarsi, Kecamatan Buduran, Sidoarjo berencana…