Sidoarjo (republikjatim.com) - Yayasan Raden Rahmat Balongbendo, Sidoarjo dan koleganya PT Karya Bintang Mandiri (KBM) terus berbagi dan menebar kebaikan di bulan Muharram 1443 Hijriah. Kedua lembaga ini selalu memperhatikan keberadaan anak yatim piatu.
Hal ini seperti saat memberikan bea siswa 60 siswa siswi baik setingkat SMP maupun SMA asal Kecamatan Balongbendo, Krian dan Kecamatan Tarik. Mereka mendapatkan santunan dan beasiswa yang digelar di Masjid Ar- Rahmah Balongbendo, Sabtu (21/08/2021).
Sebelum pemberian santunan acara dimulai dengan doa bersama-sama untuk para leluhur pendiri Yayasan Raden Rahmat. Termasuk agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan secara normal.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan PT KBM Khotib, Ketua Yayasan Raden Rahmat KH Abdul Rochman, MWC NU dan pengurus yayasan serta para dewan guru SMA dan SMP. Pemberian santunan ini berupa sejumlah uang, sembako, beasiswa serta paket data kuota gratis.
Kegembiraan dan rona bahagia terpancar puluhan siswa-siswi yatim piatu yang mendapatkan bantuan itu. Salah seorang penerima bantuan, Muhammad Khafizul Umam (14) siswa SMP Al Ahmad Krian terlihat duduk di tengah ketika panitia dan para guru Yayasan Raden Rahmat memagikan amplop berisi uang dan sembako.
Sambil menunggu santunan, Umam sesekali minum air mineral yang sudah disiapkan untuk penerima santunan dari Yayasan Raden Rahmat. Umam terlihat sabar dengan antrean itu. Rona bahagia terpancar ketika gilirannya berdiri untuk menerima santunan.
"Saya merasa senang dan gembira menerima santunan ini. Hampir setiap bulan Muharram tiba saya mendapat santunan dari berbagai pihak," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (21/08/2021) di sela acara pembagian santunan.
Selain itu, Umam merasa terkejut dan tak menyangka mendapatkan beasiswa dari Yayasan Raden Rahmat itu. Apalagi juga masih mendapatkan sembako dan amplop berisi uang tunai.
"Tadi malah saya mengira ada tanya jawab nahwu shorof agar mendapatkan door prize dari panitia buat kenang-kenangan," akunya.
Ketua Yayasan Raden Rahmat, KH Abdul Rochman menegaskan para leluhur (muasis) pendiri yayasan terdahulu bukan hanya sekolah yang mementingkan pendidikan umum atau agama. Tetapi ada kepedulian sosial dengan berbagi sesama.
"Ini menjadi program dan misi kami untuk melanjutkan dari para leluhur pendiri yayasan ini. Yakni dengan program kepedulian menyantuni anak yatim yang ada disekolah ini," tegasnya.
Kiai Dur menjelaskan ada sekitar 100 lebih anak yatim MI dan SMP yang tidak membayar SPP dan uang gedung. Sedangkan santunan siswa siswi anak yatim berasal dari wilayah Balongbendo, Krian dan Tarik.
"Kalau di SMA uang gedungnya tidak bayar tapi SPP membayar separuh," ungkapnya.
Selain itu, bentuk kepedulian kepada anak yatim di dunia pendidikan karena sangat membutuhkan uluran tangan. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan perusahaan di sekitar yayasan.
"Tujuannya agar jenjang pendidikan mereka dimudahkan Allah. Alhamdulillah kami sampaikan terima kepada PT KBM yang ikut mensukseskan acara ini. Apalagi ikut menopang hampir separuh atas kesuksesan kegiatan ini," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi