NGAWI (Republik Jatim) - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Ngawi dan daerah sekitarnya mengakibatnya salah satu atap gedung sekolah tingkat menengah pertama ambruk. Beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa mengingat semua siswa mengikuti proses pembelajaran secara daring di rumah.
Peristiwa ambruknya atap gedung sekolah itu terjadi di SMPN 1 Mantingan Ngawi pada Selasa malam, (20/10/2020). Dari keterangan yang ada, atap salah satu ruang laboratorium di lantai dua yang dibangun 14 tahun silam ambruk setelah tidak mampu menahan derasnya air hujan.
Dari peristiwa itu pihak guru khawatir akan terjadi kejadian serupa di ruang kelas lainya. Mengingat secara keseluruhan kondisi ruang kelas maupun bangunan lainya kondisinya sangat memprihatinkan.
"Prihatin sekali dengan kondisi sekolah ini beruntung anak-anak belajar daring dari rumah. Jika sekolah ini positif pindah lokasi mohon segera direalisasikan," terang Haryanto salah satu guru saat dikonfirmasi Rabu, (21/10/2020).
Dari sumber lain menyebutkan, sebelum kejadian pihak sekolah sudah sering kali melaporkan ke Dinas Pendidikan Ngawi untuk segera mendapatkan rehabilitasi. Sayangnya, sampai kini belum ada jawaban yang memuaskan hingga atap ruang kelas ambruk. Tentu saja membuat para guru was-was jika ruang kelas lainya bernasib sama apabila pihak pemerintah tidak segera turun tangan.
"Sebenarnya pada September 2020 lalu kita sudah melaporkan ke dinas terkait melihat kondisi gedung ini miring. Bahkan saat itu kepala dinasnya juga kesini untuk melihat langsung," ungkap Edwi Susilo Kepala SMPN 1 Mantingan.
Diketahui, keberadaan SMPN 1 Mantingan ini memang menyisakan masalah khususnya saat pengadaan tanah setelah Pemkab Ngawi berencana merelokasi. Dari kasusnya itu berujung menyeret dua nama, salah satunya mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Ngawi ke ranah pidana setelah diduga melakukan praktik korupsi dengan kerugian negara diatas Rp 1 miliar. (And)
Editor : Redaksi