Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati Sidoarjo (Bacabup) Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono (BHS) memastikan Pasar Krempyeng bakal mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Alasannya, keberadaan pasar krempyeng dibutuhkan di tengah masih minimnya pasar tradisional yang dikelola Pemkab Sidoarjo.
Selain itu, juga untuk mengurai kerumunan pembeli di pasar tradisional yang dikelola Disperindag Pemkab Sidoarjo di masa pandemi Covid-19 saat ini.
"Pemerintah daerah harus hadir untuk pengembangan Pasar Krempyeng. Tidak bisa, pengembangan pasar (dadakan) ini sepenuhnya dibebankan kepada desa. Karena jumlah pasar tradisional sangat kurang. Seperti pasar tingkat RW yang kemarin saya lihat (di Kalipecabehan Candi), bisa dibangun untuk mengurangi kepadatan pasar-pasar utama dan pasar-pasar besar," ujar BHS kepada republikjatim.com, saat membagi masker di Pasar Krempyeng Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (22/07/2020).
Menurut anggota DPR RI yang mendapat penghargaan sebagai Anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini, Pasar Krempyeng Sawotratap sirkulasinya juga seperti sejumlah pasar lainnya yang sudah dikunjunginya. Yakni sebagai tempat masyarakat menengah ke bawah untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Namun, kondisi Pasar Krempyeng Sawotratap ini diakuinya kurang layak. Menurutnya, semestinya ada pasar khusus yang dibangun di sekitar Desa Sawotratap, karena masyarakatnya sangat padat dan konsumen yang belanja cukup banyak.
"Ini butuh pasar kampung atau pasar desa yang bisa difasilitasi di lahan yang ada. Agar masyarakat yang belanja maupun pedagang tidak mendapat resiko misalnya kecelakaan juga agar tidak membuat kemacetan. Tapi ini jangka panjang. Saya akan fasilitasi pasar di wilayah ini," imbuh Bacabup Sidoarjo yang mendapat rekom resmi Partai Gerindra ini.
Apalagi, lanjut Alumnus ITS Surabaya ini, soal komoditas yang dijual di pasar Krempyeng Sawotratap dinilai relatif tidak terlalu mahal. Misalnya saja, harga telur Rp 20.000 per kilogram. Harga ini masih lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar-pasar tradisional lainnya di Sidoarjo.
"Hanya masalahan keamanan dan kenyamanan pembeli dan penjual yang perlu dipikirkan dan diperhatikan," tegasnya.
Pengusaha transportasi sukses ini mengungkapkan untuk pengembangan Pasar Krempyeng Sawotratap, dirinya bakal berbicara dengan Kepala Desa (Kades) setempat untuk membahas soal ketersediaan lahan di Desa Sawotratap untuk dibangun sebuah pasar bagi warga sekitar. Apalagi, pasar menjadi tempat berkumpulnya ekonomi kerakyatan.
"Jadi disitu ada ratusan bahkan ribuan pedagang. Pembelinya juga ribuan. Biasanya kalau pedagangnya seribu, pembelinya bisa 10 kali lipatnya dari jumlah pedagangnya," paparnya.
Sementara itu, BHS menegaskan keberadaan Pasar Krempyeng berperan penting saat pandemi Covid-19. Sebab dengan adanya sejumlah pasar krempyeng, warga tidak perlu belanja ke pasar tradisional yang besar. Selain itu juga mengurangi tingkat kerumunan di pasar tradisional yang cenderung sangat padat.
"Pasar (Krempyeng) ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bisa nengurai kepadatan dan kerumunan massa pembeli. Bahkan konsumen tidak perlu jauh-jauh dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasar ink sangat bermanfaat bagi kampung yang penduduknya sangat padat," tandas politisi Partai Gerindra ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi